Desy Margaretta
STMIK Kristen Neumann Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Smart Leadership dalam Penguatan Tata Kelola Organisasi Modern pada STMIK Kristen Neumann Indonesia Desy Margaretta
Jurnal Bisantara Informatika Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Bisantara Informatika (JBI) Vol. 10 No. 1 Tahun 202
Publisher : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer PARBINA NUSANTARA Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan lingkungan pendidikan tinggi menuntut perguruan tinggi mengembangkan tata kelola yang transparan, akuntabel, adaptif, dan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan merumuskan model integrasi smart leadership untuk memperkuat tata kelola organisasi modern pada STMIK Kristen Neumann Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kasus berbasis analisis dokumen dan kajian literatur. Data bersumber dari regulasi pendidikan tinggi, profil institusi yang tersedia secara publik, artikel terkait digitalisasi administrasi pada STMIK Kristen Neumann Indonesia, serta publikasi ilmiah mengenai digital leadership, perubahan organisasi, dan good university governance. Analisis dilakukan melalui reduksi data, pengodean tematik, pemetaan keterkaitan antarkonsep, dan penyusunan model integrasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa smart leadership perlu dioperasionalkan melalui lima dimensi, yaitu smart vision, smart decision, smart collaboration, smart technology, dan smart evaluation. Kelima dimensi tersebut memperkuat transparansi, akuntabilitas, efektivitas, responsivitas, partisipasi, serta budaya mutu dan inovasi. Model yang diusulkan menempatkan pimpinan sebagai pengarah strategi digital, penggerak kolaborasi, pengembang kompetensi sumber daya manusia, dan penjamin penggunaan data yang etis. Implementasi disarankan dilakukan bertahap melalui standardisasi proses, integrasi sistem informasi, pengembangan dashboard kinerja, dan evaluasi berkelanjutan. Keterbatasan penelitian adalah penggunaan data sekunder sehingga model perlu divalidasi melalui wawancara, observasi, dan pengukuran kinerja institusi.