Siti Anisah
Rumah Sakit Umum Daerah Suradadi, Kabupaten Tegal, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan tingkat stres dengan mekanisme koping pada orang tua bayi berat lahir rendah Siti Anisah
Link Journal of Mental Health Vol 3 No 2 (2026): October : Journal of Mental Health
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmh.v3i2.170

Abstract

Pendahuluan: Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang menjalani perawatan di NICU seringkali menimbulkan tekanan psikologis pada orang tua. Kondisi tersebut dapat memicu stres yang berpengaruh terhadap kemampuan mereka dalam menggunakan mekanisme koping. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan mekanisme koping pada orang tua bayi BBLR di ruang NICU RSUD Suradadi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 43 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran tingkat stres menggunakan instrumen DASS 42, sedangkan mekanisme koping diukur menggunakan COPE Scale. Analisis data dilakukan menggunakan uji Kendall’s tau. Hasil: sebagian besar responden mengalami stres berat (44,2%) dan lebih banyak menggunakan mekanisme koping maladaptif (58,1%). Uji statistik menunjukkan nilai τ = 0,293 dengan p = 0,046 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan dengan kekuatan korelasi lemah antara kedua variabel. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan mekanisme koping pada orang tua bayi BBLR di NICU. Oleh karena itu, diperlukan upaya intervensi untuk meningkatkan kemampuan koping yang adaptif.
Penerapan fisioterapi dada dalam mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif pada anak dengan bronkopneumonia Siti Anisah; Witri Hastuti
Link Journal of Nursing Vol 4 No 1 (2027): May : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/journalofnursing.v4i1.232

Abstract

Pendahuluan: Bronkopneumonia pada anak merupakan penyakit pernapasan yang dapat mengganggu kepatenan jalan napas dan meningkatkan produksi sekret. Ketidakefektifan bersihan jalan napas adalah masalah keperawatan yang dapat timbul akibat kondisi ini. Salah satu teknik non-farmakologis yang dapat membantu memperbaiki fungsi pernapasan dan mendukung mobilisasi sekret adalah fisioterapi dada. Tujuan: Menganlisis penerapan fisioterapi dada bagi anak dengan bronkopneumonia yang mengalami masalah ketidakefektifan bersihan jalan napas. Metode: Dua pasien anak dilibatkan dalam pendekatan studi kasus deskriptif. Instrumen yang digunakan meliputi formulir evaluasi keperawatan anak, lembar observasi, oksimeter nadi, dan prosedur operasional standar (POS) untuk fisioterapi dada. Kondisi klinis dibandingkan sebelum dan sesudah intervensi selama periode tiga hari untuk melakukan analisis data deskriptif. Hasil: Kedua pasien menunjukkan perbaikan klinis setelah menjalani fisioterapi dada. Pada Pasien J, saturasi oksigen meningkat dari 92% menjadi 97% (5,43%) dan frekuensi pernapasan menurun dari 46 menjadi 26 napas per menit (43,48%). Saturasi oksigen Pasien M meningkat dari 96% menjadi 98% (2,08%), sedangkan frekuensi pernapasannya turun dari 43 menjadi 28 napas per menit (34,88%). Pada hari ketiga, kedua pasien menunjukkan bersihan jalan napas yang lebih baik dan tidak lagi memerlukan tambahan oksigen. Kesimpulan: Anak dengan bronkopneumonia menunjukkan status pernapasan dan bersihan jalan napas yang lebih baik setelah menjalani fisioterapi dada selama tiga hari. Fisioterapi dada dapat dipertimbangkan sebagai intervensi keperawatan tambahan dalam menangani pasien anak yang mengalami masalah ketidakefektifan bersihan jalan napas.