Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

a Efektivitas Limbah Bonggol Nanas (Ananas comosus) Sebagai Bahan Antibakteri : Indonesia Rica Denis; Yurike Yurike; Ari Femi Agustiya
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 14 No. 02 (2025)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.14.02.45605

Abstract

The pineapple core has not been utilized optimally, despite containing several active components, one of which is the bromelain enzyme. Bromelain exhibits antibacterial properties. The objective of this study was to determine whether pineapple core extract (Ananas comosus (L.) Merr) is effective in inhibiting the growth of Escherichia coli bacteria. The study employed the disk diffusion test method to measure the clear zone around the blank disk vertically and horizontally using a Vernier caliper with units in millimeters (mm). The treatment was conducted three times with different concentrations, an incubation time of 1 x 24 hours, and a temperature of 37°C. The concentrations tested were 20%, 40%, 60%, and 100%, with ciprofloxacin as the positive control (+). The results of this study showed that a concentration of 20% produced an average inhibition zone of 7.8 mm, 40% produced an average inhibition zone of 18 mm, 60% produced an average inhibition zone of 21 mm, 80% produced an average inhibition zone of 22 mm, and 100% produced an average inhibition zone of 24 mm.
Seleksi dan Karakterisasi Isolat Bakteri Termofilik Penghasil Biosurfaktan Dari Minyak Bumi Untuk Pengembangan Teknologi Microbial Enhanced Oil Recovery Rica Denis; Ari Femi Agustiya
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i8.2853

Abstract

Peningkatan perolehan minyak bumi dari sumur tua menjadi salah satu tantangan dalam industri perminyakan karena sebagian cadangan minyak masih tertinggal di dalam reservoir setelah proses produksi konvensional. Metode konvensional hanya mampu mengambil sekitar sepertiga dari cadangan minyak awal, sehingga diperlukan teknologi alternatif untuk mengambil sisa minyak terperangkap. Salah satu teknologi alternatif yang dikembangkan adalah Microbial Enhanced Oil Recovery (MEOR) dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme penghasil biosurfaktan. Biosurfaktan memiliki keunggulan dibandingkan surfaktan kimia karena bersifat biodegradable, tidak toksik, dan stabil pada kondisi reservoir ekstrem. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan isolat bakteri termofilik dari minyak bumi sumur tua dalam menghasilkan biosurfaktan serta mengidentifikasi karakteristik isolat berdasarkan sifat morfologi dan fisiologinya. Penelitian dilakukan melalui tahap seleksi isolat menggunakan uji aktivitas hemolitik pada medium agar darah, kemudian dilanjutkan dengan karakterisasi morfologi koloni, morfologi sel, pewarnaan Gram, pewarnaan endospora, serta uji fisiologis dan biokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 33 isolat bakteri termofilik yang diuji, sebanyak 16 isolat menunjukkan potensi sebagai penghasil biosurfaktan berdasarkan terbentuknya zona bening pada medium agar darah. Setelah dilakukan karakterisasi lebih lanjut, diperoleh 11 isolat berbeda yang memiliki karakteristik potensial untuk diaplikasikan dalam teknologi MEOR. Isolat tersebut mampu beradaptasi pada kondisi termofilik dan menghasilkan biosurfaktan yang berperan menurunkan tegangan antarmuka minyak-air sehingga berpotensi meningkatkan perolehan minyak bumi dari reservoir tua. Hasil identifikasi menunjukkan isolat-isolat tersebut termasuk dalam genus Bacillus, Enterobacter, Citrobacter, dan Syntrophococcus, yang telah diketahui memiliki kemampuan menghasilkan biosurfaktan. Penelitian ini memberikan informasi dasar mengenai potensi bakteri indigenous sebagai agen biologis dalam pengembangan teknologi peningkatan produksi minyak yang lebih ramah lingkungan.