subiyanto subiyanto
PPPTMGB "LEMIGAS"

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kajian Minyak Lumas Mesin Bensin 4T untuk Sepeda Motor subiyanto subiyanto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 41 No 1 (2007)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.41.1.56

Abstract

Minyak lumas mesin bensin 4T untuk sepeda motor berbeda dengan minyak lumas motor bensin untuk kendaraan. Perbedaan tersebut terjadi oleh karena sistem rangkaian penggerak dari mesin sampai roda berbeda. Namun yang paling jelas perbedaan tersebut terletak pada susunan kopling yang berbeda. Kopling untuk kendaraan atau mobil adalah kopling kering, sedangkan kopling sepeda motor adalah jenis kopling basah. Selain menggunakan kopling basah ada juga sepeda motor yang menggunakan sistem kopling kering, dan minyak lumas yang digunakan, sama dengan untuk minyak lumas mesin 4T untuk mobil. JASO pada tahun 2006 telah mengeluarkam Metode uji, dan telah mengeluarkan spesifikasi atau batasan karakteristik friksi untuk minyak lumas mesin 4T yang menggunakan sistem kopling basah. Karakteristik tersebut adalah Dynamic Friction Index (DFI), Static Friction Index (SFI) dan Stop Time Index (STI). Spesifikasi tersebut berbeda-beda untuk untuk masing-masing tingkat mutu JASO seperti JASO MA, MA1, MA2 atau MB. Jadi selain lulus uji mutu unjuk kerja API minyak lumas motor bensin 4T untuk speda motor buatan Jepang, juga harus lulus uji mutu JASO. Kelima percontoh minyak lumas motor bensin 4T untuk sepeda motor yang diambil dari pasaran semua memenuhi spesifikasi masing-masing.
Aditif yang Terkandung dalam Paket Aditif Pelumas untuk Otomotif dan Industri Sesuai Perkembangan Teknologi subiyanto subiyanto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 41 No 2 (2007)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.41.2.85

Abstract

Pelumas dibuat dari bahan dasar pelumas ditambah aditif. Bahan dasar pelumas ada yang berasal dari minyak bumi dan disebut dengan base oil, dan yang berasal dari sintetis. Aditif pelumas banyak jenisnya, tergantung dari fungsinya yang akan diembannya. Aditif pelumas dibuat secara sintesa kimia. Pembuat aditif memproduksi aditif dalam bentuk komponen atau paket aditif. Komponen aditif lebih ditekankan pada jenis komponen penaik indeks viskositas dan aditif titik tuang, yang digunakan untuk memperbaiki karakteristik base oil. Sedangkan paket aditif pelumas pembuatannya lebih ditekankan pada perbaikan unjuk kerja. Dalam paket aditif biasanya terdapat aditif komponen jenis deterjen, anti aus, anti korosi, anti oksidasi, anti busa dan aditif pemodifikasi gesekan. Pelumas dikelompokkan dalam dua segmen besar yaitu segmen otomotif dan segmen industri. Formula pelumas otomotif telah banyak berubah oleh karena adanya peraturan pemerintah terkait, dan permintaan pabrik kendaraan. Permintaan aditif untuk segmen industri tumbuh lebih cepat dari pada segmen otomotif, walaupun naiknya masih sedang-sedang saja. Pada segmen otomotif, minyak lumas mesin adalah pemakai aditif yang paling besar dibanding minyak lumas roda gigi tranmsisi manual dan gardan serta Automatic Transmission Fluid (ATF). Untuk industri, minyak lumas mesin juga paling banyak pemakaiannya diikuti minyak hidrolik dan minyak lumas pengolahan logam. Karena kemajuan teknologi, periode penggantian pelumas makin lama, sehingga mengurangi keuntungan produsen, sebaliknya menguntungkan pemakai.
Kajian Beberapa Merek Minyak Lumas Mesin Bensin Tingkat Mutu Unjuk Kerja API SL yang Dijual di Pasaran Subiyanto Subiyanto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 2 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.2.182

Abstract

D
Periode Penggantian Minyak Lumas Mesin Diesel Kendaraan Tingkat Mutu API CH-4 Subiyanto Subiyanto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 2 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.2.183

Abstract

Dari pembahasan dan evaluasi karaktersitik fisikakimia minyak lumas mesin diesel bekas dengan SAE15W40, API CH-4, jumlah penambahan minyak lumasbaru, seperti diuraikan diatas dapat disimpulkan halhalsebagai berikut :- Minyak lumas bekas P-10,P-20, P-30 dan P-40dengan level viskositas multigrade SAE 15W40dan tingkat mutu unjuk kerja API CH-4 masihdapat digunakan sampai dengan 20.000 km- Sampai dengan jarak tempuh 18.000 km,penambahan minyak lumas baru sebanyak kuranglebih 300 ml.
Korelasi Antarlaboratorium Fisika Kimia Pabrik Pelumas di Indonesia Subiyanto Subiyanto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 3 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.3.186

Abstract

Pabrik pelumas atau Lube Oil Blending Plan(LOBP) dan pabrik pengolahan pelumas bekas tentu harus dilengkapi dengan alat kontrol kualitas bahanbaku maupun produknya yaitu laboratorium fisika kimia. Agar laboratorium dapat menjalankan kontrolkualitas dengan baik maka diperlukan akreditasi laboratorium. Berdasarkan pada Persyaratan UmumKompetensi Laboratorium Pengujian SNI 19-17025- 2000 (ISO-17025), laboratorium yang telah terakreditasi harus melakukan jaminan mutu hasil pengujian melalui beberapa cara, diantaranya uji banding antarlaboratorium atau disebut uji korelasi, yang harus dilakukan minimal setiap tahun atau dua tahun sekali. Atas dasar usulan yang disampaikan oleh PPPTMGB ”LEMIGAS“ telah disepakati oleh tidak kurang dari 17 laboratorium pelumas untuk mengadakan program korelasi antarlaboratorium pelumas yang akan dilaksanakan setiap tahun dan ditindaklanjuti dengan Temu Karya dan PPPTMGB ”LEMIGAS“ ditunjuk sebagai koordinator. Kesepakatan ini telah direalisasikan mulai tahun 2003 dan dilanjutkan tahun 2004. Pada tahun 2004 ini dilaksanakan Program Korelasi Antarlaboratorium Pelumas Tahap II, yang diikuti oleh 17 Laboratorium peserta. Selain berdasarkan kompetensi tersebut di atas program korelasi ini dimaksudkan untuk memacu setiap laboratorium peserta untuk selalu meningkatkan ketelitian dalam pengujian, sehingga dapat dicapai repeatability dan reproducibility yang baik. Dengan peralatan dan operator yang teliti dan andal, membantu pemerintah dalam melindungi konsumen dan membentu pabrik pelumas tersebut dalam pengawasan mutu pelumas atau kontrol kualitas produk sebelum dan sesudah pelumas tersebut beredar di pasar. 
Spesifikasi dan Standar Spesifikasi Minyak Lumas Motor Bensin untuk Kendaraan Subiyanto Subiyanto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 3 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.3.196

Abstract

E