Edi Gunamawan
PPPTMGB "LEMIGAS"

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Bahan Pengaktif Isopropil Alkohol dan Metanol dalam Proses Urea Dewaxing terhadap Spindle Oil (SPO) Raffinate Edi Gunamawan
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 41 No 3 (2007)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.41.3.78

Abstract

Urea Dewaxing adalah suatu proses pengambilan lilin dalam suatu minyak dengan urea. Untuk memperbaiki proses urea dewaxing biasanya perlu ditambahkan dengan bahan pengaktif, dalam penelitian ini digunakan isopropil alkohol dan metanol. Bahan pengaktif ini akan mengubah struktur urea dari tetragonal menjadi heksagonal dalam pembentukan kompleks dan jumlah bahan pengaktif optimum tidak tergantung dari jenis minyak di dewaxing. Kelebihan bahan pengaktif dalam proses tidak memberi efek baik terhadap proses pembentukan kompleks, tetapi malah dapat merusak kompleks. Proses ini tanpa menggunakan pelarut karena bahan pengaktif ini dengan mudah dapat melarutkan parafin dan ureanya terhadap bahan dasar spindle oil. Urea digunakan dalam bentuk kristal, makin banyak jumlah kristal sampai batas tertentu, semakin banyak nparafin yang dapat diperoleh, karena pembentukan kompleks semakin baik dan harga titik tuangnya semakin turun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa isopropil alkohol mempunyai pengaruh yang lebih baik dalam melakukan proses urea dewaxing dengan pertimbangan harga titik tuang lebih rendah (-100C) , waktu pengadukan lebih singkat (2 jam), dan pengambilan lilin yang lebih banyak.
Rancang Bangun Unit Pirolisis untuk Pembuatan Bio-Oil Dari Minyak Jelantah Skala Laboratorium Edi Gunamawan
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 1 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.1.156

Abstract

Telah dilakukan rancang bangun unit pirolisis skala laboratorium, yang terdiri atas tangki umpan, reaktor, umpan N2, separator dan tangki penampung secara operasional mampu untuk membuat bio-oil dari minyak jelantah. Reaktor dirancang dan dibuat dengan diameter 3 in. dan dan panjang 40 cm, bagian dalamnya diisi dengan bahan isian kuarsa, dilengkapi dengan pemanas, tanpa adanya oksigen (karena N2 sebagai blanketing) bisa menjalankan proses perengkahan termal terhadap minyak jelantah. Kondisi terbaik yang dicapai untuk memperoleh bio-oil yaitu pada suhu pirolisis 4000C, ketebalan bahan isian kuarsa 15 cm , dan ukuran partikel kuasa -6+8 mesh. Bio-oil adalah bahan bakar cair yang dihasilkan melalui teknologi pirolisis atau pirolisis cepat. Pengembangan bio-oil dapat menggantikan posisi bahan bakar hidrokarbon dalam industri , sepertiuntuk mesin pembakaran, boiler, mesin diesel statis, dan heavy fuel oil, light fuel oil. Hasil percobaan ini mengahasilkan bio-oil dengan mutu sebagai berikut :- viskositas kinematis pada 50oC. = 34 cSt.- titik nyala (mangkok tertutup) = 112oC- kadar air % volume = 0- masa jenis pada 50oC , kg/m2 = 907- angka asam mg KOH/g = 0,02- kadar belerang % berat = 0,004