Pallawagau La Puppung
PPPTMGB "LEMIGAS"

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Ketahanan Biodiesel Selama 60 Jam pada Mesin Diesel Stasioner Injeksi Langsung Pallawagau La Puppung
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 42 No 1 (2008)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.42.1.108

Abstract

Minyak nabati dapat digunakan sebagai bahan bakar diesel baik sebagai minyak nabati yang murni atau sebagai metil ester asam lemak dari minyak nabati. Metil ester asam lemak dari minyak nabati adalah suatu hasil dari transesterifikasi minyak nabati, yang disebut biodiesel. Dan 100% biodiesel disebut B100, 100% minyak solar disebut B00 dan campuran B100 dengan B00 disebut Bxx (di mana xx adalah persentase B100 dalam campuran). Pada pengujian ini digunakan B30. Secara umum, uji coba minyak nabati sebagai bahan bakar diesel telah dilaksanakan dengan menggunakan mesin diesel injeksi tidak langsung sesuai dengan populasi mesin diesel untuk otomotif pada waktu itu. Sedangkan pada saat ini penggunaan mesin diesel untuk otomotif telah berkembang ke arah pemakaian mesin diesel injeksi langsung. Mesin diesel injeksi tidak langsung dapat dioperasikan dengan menggunakan bahan bakar bermutu lebih rendah dibandingkan dengan mesin diesel injeksi langsung. Ini memerlukan perhatian sebab biodiesel bermutu lebih rendah dari minyak solar. Hasil-hasil uji kinerja dan ketahanan B30 dibandingkan dengan B00 pada mesin diesel injeksi langsung menunjukkan torsi dan daya mesin lebih rendah, sedangkan konsumsi bahan bakar spesifik lebih tinggi. Emisi CO, HC dan opasitas gas buang lebih rendah, tetapi emisi NOx lebih tinggi. Deposit injektor, piston, katup-katup dan kepala silinder lebih tinggi.
Pengaruh Perubahan Gravitasi Spesifik Bensin Premium terhadap Sifat-Sifat Fisika Kimianya Pallawagau La Puppung
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 2 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.2.180

Abstract

Perubahan gravitasi spesifik mempunyai korelasiyang kuat terhadap perubahan angka oktana,distilasi dan RVP, terutama pada pencampuranbensin Premium dengan minyak tanah. Sedangkanperubahan gravitasi spesifik pada penguapan,pengaruhnya lebih rendah dibandingkan denganpencampuran bensin dengan minyak tanah.Pengaruhnya lebih menonjol pada perubahanangka oktana dan RVP, karena fraksi ringanmempunyai angka oktana dan RVP yang tinggi.2. Dengan hasil-hasil ini, maka pengujian gravitasispesifik dapat digunakan untuk menilai bensin Premium pada saat pemeriksaan di Depot atau SPBU.3. Selanjutnya untuk batasan perubahan gravitasispesifik yang masih dapat diterima adalah sebagaiberikut:a. Percontoh bensin Premium Kilang K1, angkaoktana 88.0 RON, gravitasi spesifik 0.7237dicampur dengan minyak tanah yang mempunyaigravitasi spesifik 0.8153, dengan konsentrasiminyak tanah lebih dari 2.9%, memberikanperubahan gravitasi spesifik sebesar 0.0021, danakan menyebabkan RON serta distilasi melampauibatas-batas spesifikasi bensin Premium.b. Percontoh bensin Premium Kilang K2 , denganangka oktana 88.0 RON, gravitasi spesifik 0.7499dicampur dengan minyak tanah yang mempunyaigravitasi spesifik 0.8166, dengan konsentrasiminyak tanah lebih dari 4.7% memberikanperubahan gravitasi spesifik sebesar 0.0027, danakan menyebabkan RON dan distilasi melampauibatas-batas spesifikasi bensin Premium.c. Percontoh bensin Premium TT Kilang K3 , denganangka oktana 89.0 RON, dan gravitasi spesifik0.7373, dicampur dengan minyak tanah yangmempunyai gravitasi spesifik 0.8186, dengankonsentrasi minyak tanah lebih dari 2.7%memberikan perubahan gravitasi spesifik sebesar0.0030, dan akan menyebabkan RON serta distilasimelampaui batas-batas spesifikasi bensin PremiumTT.