Chairil Anwar
PPPTMGB"LEMIGAS"

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Koaktivator Mo Pada Katalis Cu/Zeolit sebagai Reduktor N2O Chairil Anwar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 2 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.2.135

Abstract

Katalis Cu-Mo/Zeolit sebagai pereduksi N2O dipreparasi secara impregnasi dengan memanfaatkan Zeolit alami termodifikasi sebagai pengemban. Katalis dibuat sebagai variasi konsentrasi logam Cu 2%, 3%, dan 4% dan logam Mo 0,03% dan 2% sebagai koaktivator. Karakterisasi katalis menggunakan metode Isotherm BET menunjukkan bahwa terjadi penurunan luas permukaan berturut-turut sebesar 16,9% dan 38,6% setelah impregnasi Mo 0,03% dan Mo 2%. Analisis XRD terhadap difraktogram katalis memberikan spesies Cu teridentifikasi sebagai Cu0 dan Mo sebagai MoO2. Uji aktivitas katalis menunjukkan bahwa katalis Cu-Mo/Zeolit dengan konsentrasi Mo 2% dan Cu 3% memiliki aktivitas terbaik dalam mengkonversi N2O dengan nilai % konversi N2 sebesar 73,55% pada temperatur 500oC. Hasil ini menunjukan bahwa katalis ini efektif digunakan sebagai katalis reduktor N2O.
Bahan Bakar Nabati Biodiesel dan Jaminan Mutu Biodiesel Yanni Kussuryani; Chairil Anwar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 3 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.3.148

Abstract

Konsumsi bahan bakar diesel baik di sektor otomotif maupun industri kian meningkat yang berakibat perbandingan volume antara produksi dan konsumsi dalam negeri sudah tidak seimbang. Biodiesel dapat dimanfaatkan sebagai pencampur minyak solar atau sebagai salah satu pengganti minyak solar/minyak diesel, baik untuk bahan bakar transportasi maupun industri. Spesifikasi dan standar mutu Biodiesel (B-100) telah ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional dalam SNI 04-7182-2006. Karakteristik dari produk biodiesel (B-100) yang dipasarkan harus memenuhi standar mutu biodiesel, begitu pula dalam campuran minyak solar, campuran tersebut harus memenuhi standar mutu sesuai acuan pada spesifikasi minyak solar/diesel yang ditetapkan oleh pemerintah. Sertifikasi produk diperlukan untuk memberikan jaminan mutu kepada pelanggan. Sertifikasi produk menyatakan kesesuaian suatu produk yang dihasilkan secara berulang oleh suatu unit produksi terhadap standar produk atau regulasi teknis tertentu.
Modifikasi Minyak Sawit Sebagai Pensubstitusi Minyak Solar Chairil Anwar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 49 No 1 (2015)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.49.1.239

Abstract

Minyak sawit dapat digunakan sebagai bahan bakar diesel alternatif dengan perbaikan kualitasnya. Pada penelitian ini dimodifikasi dengan cara pencampuran menggunakan minyak solar. Hasil uji sifat fisika kimia terhadap minyak sawit dan setelah dicampur dengan minyak solar beberapa karakter yang semula tidak, menjadi memenuhi spesifikasi minyak solar 48. Pada variasi pencampuran minyak sawit 20% volume menunjukkan sifat fisika kimia masih dalam rentang spesifikasi minyak solar. Viskositas dan berat jenis tinggi dapat diatasi dengan modifikasi. Minyak sawit dengan viskositas semula 5,572 cSt menjadi 4,382 cSt, berat jenis yang semula 871 kg/m3 menjadi 851 kg/m3 dan indeks setana lebih tinggi dari 47,9 menjadi 54,9. Bahan bakar diesel hasil penelitian ini mempunyai nilai lebih dari biodiesel yang dicampur dengan minyak solar. Minyak sawit dan minyak solar langsung dicampur, tanpa harus diproses terlebih dahulu menjadi biodiesel. Minyak sawit sebagai sumber energi terbarukan dengan masing-masing karakter yang telah dibahas kiranya menjadi pilihan yang layak untuk mempertahankan ketahanan energi jangka panjang.