Lisna Rosmayati
PPPTMGB"LEMIGAS"

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sintesis Nanopartikel Adsorben Desulfurisasi Berbasis Besi Oksida dan Aplikasinya pada Peningkatan Kualitas Gas Bumi Lisna Rosmayati; Yayun Yayun A; Edi W Edi; Yusep K.Caryana
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 3 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.3.147

Abstract

Kandungan zat pengotor dalam gas bumi yang seringkali menjadi permasalahan karena dampak negatif yang ditimbulkannya dan pengaruhnya terhadap penurunan kualitas gas bumi. Salah satu zat pengotor dalam gas bumi adalah senyawa hidrogen sulfida (H2S) yang berpotensi menyebabkan korosivitas pada sistem perpipaan dan peralatan gas bumi karena hidrogen sulfida (H2S) dengan adanya H2O akan membentuk senyawa H2SO4 atau H2SO3 yang bersifat asam. Selain itu, hidrogen sulfida (H2S) juga dapat mempercepat pembentukan hidrat gas dan meracuni aktivitas katalis dalam proses reaksi hidrokarbon. Salah satu cara untuk mengeliminasi H2S dalam gas bumi adalah teknik desulfurisasi, yaitu menggunakan adsorben berbasis besi oksida. Sifat adsoben berbasis besi oksida (Fe2O3) dengan partikel nano memiliki jumlah dan luas permukaan yang besar, sehingga dapat menurunkan kandungan H2S hingga konsentrasi tertentu dengan laju reaksi yang relatif cepat. Reaksi H2S dengan Fe2O3 akan menghasilkan senyawa besi sulfida yang dapat diregenerasi. Teknik ini dapat diaplikasikan pada gas bumi yang mengandung H2S dengan konsentrasi rendah (300 ppm). Sintesis nanopartikel adsorben berbasis besi oksida diketahui memiliki kapasitas adsorpsi yang cukup besar, sehingga dapat menurunkan kandungan H2S hingga konsentrasi tertentu dengan laju reaksi yang relatif cepat. Pembuatan nano partikel absorben Fe2O3 dilakukan dengan menggunakan metode dekomposisi thermal.
Optimalisasi Kinerja Pilot Plant Adsorber Merkuri Untuk Gas Bumi Lisna Rosmayati; Yayun Andriani; Nofrizal Nofrizal; Nata. P Nata. P
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 48 No 1 (2014)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.48.1.228

Abstract

Pengujian optimalisasi kinerja adsorber mercury removal bertujuan untuk menghitung seberapa besar penurunan tekanan dalam sistem (pressure drop), menghitung besarnya esiensi penyerapan dari adsorben dan menghitung masa pakai (life time) adsorben. Esiensi penyerapan tergantung pada jenis adsorben (karbon aktif) dan akan mempengaruhi waktu tinggal merkuri serta besarnya penurunan tekanan sistem (pressure drop). Impregnant (ZnCl2) berpengaruh pada masa pakai (life time) dan waktu tinggal. Kapasitas penyerapan adsorben karbon aktif tempurung kelapa adalah 0,124 Kg-Hg/Kg-Carbon. Jadi untuk 1 kg adsorben karbon aktif tempurung kelapa yang telah diaktifasi, mampu menyerap merkuri dalam gas bumi sebesar 0,124 kg Hg. Untuk esiensi penyerapan, diperoleh rata-rata esiensi penyerapan karbon aktif tempurung kelapa terhadap merkuri dalam gas bumi di titik inlet dan outlet adsorber adalah 95,74 %. Hasil kegiatan penelitian optimalisasi kinerja adsorber pilot plant merkuri removal gas bumi diperoleh karakteristik adsorben merkuri yang meliputi bilangan iodin rata-rata 889 mg/gram, luas permukaan adsorben setelah aktifasi sika 1052 m2/g, setelah aktifasi kimia 724 m2/g, impregnasi klor 4,39 % dan parameter uji yang mewakili spesikasi adsorber meliputi pressure drop 1,7526 psig/ft, kapasitas penyerapan 0,124 kg-Hg/kg-carbon, adsorben dan masa pakai (lifetime) adsorbennya adalah 28 tahun. Optimalization testing of Mercury removal Pilot Adsorber has purpose to calculate the pressure drop of the system, to calculate the efciency of adsorbent adsorption and to calculate the life time of adsorbent. Adsorption efciency depent on the type of adsorbent and will inuence the life time of mercury in the adsorbent and the pressure drop of the system. While the impregnant of ZnCl2 inuence on the life time. Adsorption capacity of carcoal carbon active adsorbent is 0,124 Kg-Hg/Kg-Carbon. So, for 1 kg carcoal carbon active adsorbent which has activated, the adsorbent capable to adsorp the mercury in natural gas are 0,124 kg Hg. The active carbon adsorbent, average of the efciency adsorbent for mercury in the natural gas at adsorber inlet and adsorber outlet are 95,74 %. The result of research activities of pilot plant adsorber optimalization of mercury removal comprise average of iodin number is 889 mg/gram, surface area of adsorbent after physical activation is 1052 m2/g, after chemical activation is 724 m2/g, chlor impregnation is 4,39 % and testing variable of pressure drop 1,7526 psig/ft, adsorption capacity is 0,124 kg-Hg/kg-carbon, and lifetime of adsorbent is 28 years.
Pembuatan Rancang Bangun Adsorber Penghilang Merkuri Berskala Pilot pada Industri Gas Bumi Lisna Rosmayati; Nofrizal Nofrizal; Yayun Andriani; Nanang Hermawan
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 47 No 2 (2013)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.47.2.242

Abstract

Penelitian pembuatan adsorber merkuri dalam skala pilot telah dilakukan melalui tiga tahap yaitu aktivasi adsorben karbon aktif tempurung kelapa dalam skala besar, pembuatan alat pilot adsorber merkuri berskala pilot dan uji kinerja alat untuk mengetahui kemampuan penyerapan adsorben terhadap merkuri. Aktivasi karbon aktif tempurung kelapa dilakukan pada temperatur tinggi menggunakan activator ZnCl2. Adsorber merkuri berskala pilot dibuat dari bahan stainlessteel yang terdiri dari separator dan dua adsorber. Uji kinerja alat dilakukan dengan mengukur konsentrasi merkuri dalam gas bumi sebelum dan sesudah melewati kolom adsorber. Hasil uji kinerja alat selama sekitar 9 jam menunjukkan adanya penurunan konsentrasi merkuri dengan efisiensi penyerapan adsorben hampir mencapai 100% pada tekanan gas 100 psia, temperatur 37oC dan laju alir gas 50 Cuft/jam. Research of pilot plan mercury adsorber has been done by three stages, firstly was activation of coconut shell as activated carbon on a large scale, secondly was designed a pilot plan of mercury adsorber and the last stage was performance test to determine the ability of the adsorbent to absorb mercury. Coconut shell activated carbon was activated at high temperature using ZnCl2 as activator. However, the pilot plan mercury adsorber was designed with stainlessteel material consisting separator and two adsorbers. The performance test of was done by measuring the concentration of mercury in gas before and after the adsorption column approximately 9 hours. The test condition as follows; gas pressure 100 psia, temperature of 37°C and the gas flow rate 50 CUFT/hour. The test result showed the mercury concentration was decrease significantly with the efficiency of mercury absorption almost 100%.