Emi Yuliarita
PPPTMGB "LEMIGAS

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Light Cycle Oil sebagai Komponen Minyak Solar Kilang Cilacap terhadap Kinerja Mesin Emi Yuliarita
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 41 No 1 (2007)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.41.1.190

Abstract

Telah dilakukan pengujian kinerja mesin di bangku uji multisilinder Isuzu C-223 menggunakan empat jenis minyak solar yaitu minyak solar murni (FR) dan minyak solar modifikasi yang dicampur LCO. Ternyata LCO sebagai komponen minyak solar eks Cilacap dapat menurunkan kinerja mesin, yaitu penambahan 2,5% volume menurunkan daya motor sebesar 3,3% dan meningkatkan konsumsi bahan bakar spesifik sebesar 2,6%. Penambahan 5% volume menurunkan daya motor sebesar 5,2% dan meningkatkan konsumsi bahan bakar spesifik sebesar 5%. Penambahn 7,5% volume menurunkan daya mesin sekitar 7,5% dan meningkatkan konsumsi bahan bakar spesifik sebesar 9,2%. Kinerja mesin berbahan bakar solar yang dicampur LCO dan bahan bakar solar murni pada konsentrasi sampai 5% dapat diasumsikan sama.
Pemanfaatan Minyak Biji Jarak Laut Sebagai Bahan Bakar Alternative Minyak Tanah (Biokerosine) Emi Yuliarita
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 2 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.2.207

Abstract

Kebutuhan energi nasional untuk minyak tanah atau kerosine pada tahun 2010 diperkirakan mencapai 10 juta KL. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diharapkan dapat dipenuhi dari bahan bakar nabati (biofuel) sebanyak 1 juta KL. Salah satu tanaman yang mempunyai potensi untuk digunakan sebagai bahan bakar nabati adalah tanaman Jarak Laut (Hura crepitan). Tanaman tersebut umumnya digunakan sebagai tanaman pelindung dan wilayah pertumbuhannya terdistribusi secara luas di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan minyak nabati murni atau Pure Plant Oil (PPO) yang berasal dari tanaman Jarak Laut untuk bahan baku pembuatan bahan bakar alternatif minyak tanah (Biokerosine). Biokerosine dibuat dari blending minyak nabati murni dengan minyak tanah pada volume pencampuran 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%. Pengujian karakteristik fisiko-kimia utama bahan bakar biokerosine meliputi pengujian densitas, titik nyala, titik asap, nilai kalori, kandungan sulfur, dan korosi bilah tembaga. Dari pengujian tersebut diperoleh hasil bahwa penambahan minyak nabati murni sampai 25% masih memenuhi spesifikasi bahan bakar minyak tanah yang ditetapkan oleh pemerintah.
Pengaruh Penggunaan Polygasoline sebagai Komponen Bensin Terhadap Perubahan Karakteristik Fisika/Kimia Bensin Emi Yuliarita
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 3 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.3.209

Abstract

Sejak dihentikannya penggunaan senyawa timbel di dalam bensin mulai Juli 2006, penggunaan komponen bensin berangka oktana tinggi ( HOMC) meningkat dalam pembuatan bensin. HOMC yang digunakan berasal dari kilang Pertamina Balongan. Komponen hidrokarbon terbesar dari polygasoline adalah senyawa olefin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemakaian polygasoline sebagai komponen dalam bensin terhadap perubahan sifat-sifat fisika/ kimia bensin. Konsentrasi Polygasoline yang digunakan adalah 25%, 50%, dan 75% volume. Pengujian karakteristik fisika kimia utama bahan bakar bensin yang di uji meliputi pengujian angka oktana, kandungan getah purwa, tekanan uap reid, kandungan olefin, dan distilasi. Dari pengujian tersebut diperoleh hasil bahwa pemakaian polygasoline sampai 75% masih memenuhi karakteristik utama spesifikasi bahan bakar bensin yang ditetapkan oleh pemerintah.