Indah Crystiana
Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “LEMIGAS”

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Identifi kasi Potensi Migas Melalui Citra Satelit dengan Pendekatan Anomali Topografi (Studi Kasus Daerah Indramayu dan Sekitarnya) Indah Crystiana; Tri Muji Susantoro; Taufan Junaedi
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 48 No 2 (2014)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.48.2.1214

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji karakteristik khusus topografi pada citra satelit yang dapatmencerminkan daerah potensi penghasil minyak dan gas bumi. Pendekatan yang digunakan adalah anomalitopografi . Dengan menggunakan citra penginderaan jauh, yaitu Citra Satelit Landsat TM yang direkampada Bulan Juni Tahun 1976. Pada citra penginderaan jauh karakter khusus topografi dapat diamati baikdari bentuk tinggian atau antiklinal, pola aliran sungai, serta kemiringan dan bayangan yang tampak padadata citra. Lokasi penelitian di Indramayu pada Cekungan Jawa Barat Utara yang merupakan daerah yangsudah terbukti (proven) adanya migas. Penentuan daerah potensi migas didasarkan pada asumsi 3 (tiga)parameter utama yaitu struktur, reservoir, dan migrasi. Parameter struktur didasarkan pada hasil identifi kasidan intepretasi citra satelit yang menghasilkan Remote sensing Potential Area (RPA). Parameter reservoirterdiri atas keberadaan sumur dan lapangan migas. Parameter migrasi didasarkan pada adanya sesar dankitchen area. Pembobotan dilakukan untuk menentukan kelas RPA, yaitu sangat potensial, potensial dankurang potensial. Hasil interpretasi diperoleh 84 RPA. Hasil validasi menggunakan data bawah permukaanmembuktikan bahwa dari 84 area potensi (RPA) yang diidentifi kasi dengan menggunakan data citraterdapat 37 RPA atau sekitar 44% berada pada struktur yang sudah terbukti menghasilkan hidrokarbon.Hasil pembobotan dari 84 RPA memperlihatkan 22 RPA dalam kategori sangat potensi, 38 RPA dalamkategori potensi, dan 24 RPA dalam kategori kurang potensi.