Barlian Yulihanto
Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “LEMIGAS”

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Geologi Ordovisium Tengah Daerah Yr. Arddu Selatan, Snowdia, Wales Utara, Inggris Barlian Yulihanto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 36 No 3 (2002)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.36.3.1241

Abstract

Geologi Paleozoikum di kawasan selatan Inggris, terutama di daerah Snowdonia, Wales Utara, UK dicirikan oleh adanya kelurusan tektonik berarah lebih kurang timurlaut-baratdaya (TL-BD). Tiga sistem sesar utama di kawasan Wales selatan adalah Sesar Manai Strait, Sesar Welsh Borderland, dan Sesar Malverns. Interpretasi geologi struktur memperlihatkan bahwa perkembangan struktur di daerah Yr. Arddu Selatan dikendalikan oleh pergerakan sesar geser menganan berarah TL-BD dari Jalur Sesar Selat Manai.Stratigrafi umum daerah penelitian termasuk dalam runtunan stratigrafi Ordovisium Tengah (Soudleyan dan Longvilian Series). Soudleyan Series terutama disusun oleh Glanrafon Beds dan Lower- Middle Lapilli Tuffs dan Llyn Breccias. Sedangkan Longvilian Series terdiri atas Rhyolitic dan Middle Basic Series yang dikenal pula sebagai bagian dari Snowdon Volcanic Series.Sejarah pengendapan pada Ordovisium Tengah berkaitan erat dengan terbentuknya sistem busur kepulauan berumur Ordovisium Bawah-Tengah (Arenig-Caradog). Diawali dengan terbentuknya sistem terban berarah utara-selatan (U-S) (Terban Snowdonia). Terjadinya sistem terban ini merupakan fase awal berkembangnya cekungan busur belakang Welsh. Diinterpretasikan lebih lanjut bahwa sejarah pengendapan sedimen di daerah telitian diakhiri dengan terjadinya tektonik tekanan berhubungan langsung dengan terjadinya Orogenesa Ashgill pada akhir Ordovisium yang mengakibatkan adanya aktivitas volkanisme maupun magmatisme, dan selanjutnya diikuti dengan terdeformasikannya seluruh batuan berumur Ordovicium Bawah-Tengah yang di daerah telitian.
Reanalisis Cekungan Sedimen Tersier Indonesia; Suatu Tantangan dan Harapan untuk Menunjang Perolehan Cadangan Migas Baru di Masa Mendatang Barlian Yulihanto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 36 No 2 (2002)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.36.2.1248

Abstract

Aktivitas ekplorasi migas pada dua dekade terakhir dapat dikatakan masih sangat terbatas di dalam eksplorasi sedimen Tersier terutama yang berada di Kawasan Barat Indonesia. Lebih jauh lagi dapat diuraikan bahwa target eksplorasi hidrokarbon di cekungan-cekungan tersebut terutama hanya difokuskan pada pencaharian perangkap hidrokarbon struktur pada sedimen yang berumur paling tua Miosen Awal, sedangkan eksplorasi migas pada "hydrocarbon plays" yang baru seperti halnya sedimen Paleogen belum di lakukan secara intensif. Sementara itu di sisi lain, pada kurun dua dekade ini usaha penemuan cadangan migas di cekungan sedimen Indonesia semakin sulit.Beberapa masalah penyebab sulitnya menemukan cadangan migas baru di Indonesia antara lain karena: kurangnya inovasi di dalam kegiatan eksplorasi, dalam arti program eksplorasi hanya difokuskan hanya pada target ataupun objektif reservoar yang sudah diketahui. Usaha penemuan hydrocarbon plays baru baik pada cekungan sedimen mature maupun frontier tidak begitu intens. Penerapan konsep-konsep eksplorasi migas baru yang digunakan di Indonesia relatif jauh tertingal dibandingkan dengan yang digunakan di kawasan lainnya di dunia.Usaha penemuan cadangan minyak dimasa mendatang pada cekungan yang sudah terbukti mengandung hidrokarbon dapat dilakukan dengan melakukan reanalisis cekungan sedimen Tersier. Renalisis cekungan ini terutama dilakukan pada cekungan sedimen yang diklasifikasikan sebagai mature basin, selain itu juga diusulkan untuk dilakukan pada cekungan sedimen yang bersifat frontier. Beberapa kegiatan yang diusulkan dalam melakukan reanalisis cekungan sedimen Tersier di Indonesia adalah : evaluasi sistem Terban Paleogen, analisis waktu terjadinya tektonik inversi Miosen, evaluasi stratigrafi sekuen endapan Miosen, dan evaluasi batuan karbonat Tersier.