Tuti Mutia
Malang State University

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN WILAYAH REKLAMASI PANTAI SERUNI SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DALAM PUSAT KEGIATAN KABUPATEN BANTAENG Munandar Islamy; Sumarmi Sumarmi; Yuswanti Ariani Wirahayu; Sugeng Utaya; Tuti Mutia; Shida Shida; Wulan Safriani Purnamasari
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.28388

Abstract

Abstrak: Reklamasi Pantai Seruni dilakukan sebagai usaha dalam mengembangkan pembangunan dan pengembangan wisata, khususnya di Pantai Seruni. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan perubahan wilayah reklamasi Pantai Seruni sebagai daya tarik wisata dalam pusat kegiatan Kabupaten Bantaeng. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif dengan metode spasial dan kuantitatif, teknik pengumpulan data analisis spasial pada citra digital Pantai Seruni tahun 2009-2023 dan kuantitatif menggunakan kuesioner yang disebar kepada wisatawan yang telah mengunjungi Pantai Seruni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 10 tahun terakhir pola pengembangan reklamasi Pantai Seruni terjadi penambahan luasan yang semula 9,51 ha menjadi 19,13 ha. Reklamasi di Pantai Seruni membawa potensi yang baik. Pantai Seruni menyajikan pesona yang menarik baik dari aspek keindahan, sosial masyarakat sekitar maupun lingkungan fisik. Arah pengembangan Pantai Seruni dilakukan dengan memanfaatkan wilayah pesisir sebagai bentuk penyelamatan dari degradasi lingkungan yang disebabkan oleh alam maupun aktivitas manusia. Abstract:  Seruni Beach Reclamation is carried out as an effort to develop tourism development and development, especially in Seruni Beach. The purpose of this study is to determine the Utilization of Changes in the Seruni Beach Reclamation Area as a Tourist Attraction in the Bantaeng Regency Activity Center. This type of research is descriptive research with spatial and quantitative methods, spatial analysis data collection techniques on digital images of Seruni Beach in 2009-2023 and quantitative using questionnaires distributed to tourists who have visited Seruni Beach. The results of the study show that over the past 10 years the pattern of Seruni Beach reclamation development has increased the area from 9.51 ha to 19.13 ha. Reclamation at Seruni Beach has good potential. Seruni Beach presents an attractive charm both in terms of beauty, social community around it and the physical environment. The direction of Seruni Beach development is carried out by utilizing coastal areas as a form of rescue from environmental degradation caused by nature and human activities.
EFEKTIVITAS MATERI KEBENCANAAN TERHADAP PEMBENTUK KESADARAN SISWA DALAM MENGHADAPI BENCANA Umi Fadhila Marshanda; Syamsul Bachri; Tuti Mutia
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i1.28602

Abstract

Abstrak:  Sekolah merupakan ruang publik dalam membentuk kesadaran siswa dalammenghadapi bencana, khususnya siswa yang tinggal didaerah rawan bencana. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui apakah pemberian materi kebencanaan kepada siswa berpotensi dalam pembentukan kesadaran siswa terhadap bencana. Penelitian ini juga menggunakan metode kuantitatif dalam pengolahan datanya, dengan subjek penelitian siswa kelas XI.1 DAN XI.2 SMAN 1 Sumbermanjing wetan. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan siswa yang mendapatkan materi kebencanaan dikelas memilik nilai kesadaran yang lebih unggul dibandingkan dengan siswa yang tidak menerima materi kebencanaan dikelas. Sehingga dapat disimpulkan pemberian materi kebencanaan disekolah merupakan langkah penting dalam pembentukan kesadaran siswa terhadap bencana. Khususnya dengan siswa yang tinggal di kawasan rawan bencana sangat diperlukan materi kebencanaan tersebut. Abstract:  Schools are public spaces in forming students' awareness in facing disasters especially students who live in disaster-prone areas. The purpose of this research is to find out whether providing disaster material to students has the potential to form students' awareness of disasters. This research also uses quantitative methods in processing the data, with the research subjects being students in classes XI.1 AND XI.2 SMAN 1 Sumbermanjing wetan. The results of this research show that students who receive disaster material in class have superior awareness scores compared to students who do not receive disaster material in class. So it can be concluded that providing disaster material at school is an important step in forming students' awareness of disasters. Especially for students who live in disaster-prone areas, disaster material is really needed.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING DALAM MENINGKATKAN LITERASI DAN SOCIAL AWARENESS MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI Tegar Anak Purnomo; Tuti Mutia; Budi Handoyo; Razqyan Mas Bimatyugra Jati
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.26209

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi masalah efektivitas pembelajaran yang kurang optimal, yang disebabkan oleh kecenderungan siswa yang lebih menyukai metode pembelajaran interaktif dan fisik. Dengan didasari masalah tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi role playing yang digunakan sebagai model pembelajaran yang interaktif dalam mengimprovisasi kemampuan yang dimiliki siswa khususnya literasi dan social awareness tentang mitigasi bencana gempa bumi. Classroom action research merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan mengacu pada model Kurt Lewin. 11 siswa terlibat dalam penelitian ini dengan komposisi 8 siswa putra dan 3 siswa putri. Tes yang terdiri dari 20 soal yang mengukur kemampuan literasi dan social awareness terkait materi bencana gempa bumi digunakan sebagai teknik pengumpulan data pada penelitian ini. Rata-rata skor tes siswa menunjukkan adanya peningkatan sebesar 34,09 poin dari tahap pra-siklus ke siklus pertama, dengan persentase peningkatan sebesar 78,13%. Temuan pada penelitian kali ini juga menunjukkan improvisasi yang lebih masif pada social awareness siswa dibandingkan kemampuan litersi siswa ketika role playing diimplementasikan sebagai model pembelajaran. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa implementasi role playing yang digunakan sebagai model pembelajaran yang interaktif dapat mengimprovisasi kemampuan yang dimiliki siswa khususnya literasi dan social awareness tentang mitigasi bencana gempa bumi.Abstract: We conducted this research to address the issue of suboptimal learning effectiveness, which stems from students' preference for interactive and physical learning methods. Based on these problems, this research aims to evaluate the implementation of role playing, which is used as an interactive learning model to improve students' abilities, especially literacy and social awareness regarding earthquake disaster mitigation. Classroom action research is the method used in this research, referring to Kurt Lewin's model. 11 students were involved in this research, with a composition of 8 male students and 3 female students. A test consisting of 20 questions measuring literacy skills and social awareness related to earthquake disaster material was used as a data collection technique in this research. The average student test score showed an increase of 34.09 points from the pre-cycle stage to the first cycle, with an increase percentage of 78.13%. The findings in this research also show that improvisation is more massive in students' social awareness compared to students' literacy skills when role-playing is implemented as a learning model. Based on these findings, it can be concluded that the implementation of role playing is used as an interactive learning model can improve students' abilities, especially literacy and social awareness regarding earthquake disaster mitigation.