This Author published in this journals
All Journal Therapeuo
Shintia Wiranti Nd. Burah
Sekolah Tinggi Teologi Galilea Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Teologi Perjanjian Baru dan Relevansinya Bagi Pelayanan Pastoral Gereja Aryanto Tanesib; Shintia Wiranti Nd. Burah; Martinus Loghe Bondi; Yulius Tamo Ama
Jurnal Therapeuo Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2025): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Galilea Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66429/9za38v60

Abstract

Teologi Perjanjian Baru merupakan fondasi esensial bagi kehidupan dan pelayanan gereja, khususnya dalam bidang pelayanan pastoral. Pelayanan pastoral tidak hanya berhubungan dengan aktivitas praktis seperti konseling, penggembalaan, dan pendampingan jemaat, tetapi juga sangat bergantung pada pemahaman teologis yang mendalam mengenai karya Allah di dalam Yesus Kristus sebagaimana disaksikan dalam Perjanjian Baru. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif konsep-konsep utama teologi Perjanjian Baru serta relevansinya bagi pelayanan pastoral gereja di tengah konteks sosial, budaya, dan spiritual yang terus berubah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka terhadap teks Alkitab Perjanjian Baru, jurnal-jurnal teologi Indonesia, serta bukubuku teologi dan pastoral sebagai sumber pendukung. Penelitian ini menganalisis model pastoral Yesus dalam Injil Sinoptik, etika pastoral dan kasih dalam surat-surat Paulus, serta peran pengharapan eskatologis dalam penguatan pelayanan pastoral. Hasil kajian menunjukkan bahwa tema-tema sentral seperti inkarnasi, kasih, penggembalaan, salib dan penderitaan, peran Roh Kudus, komunitas gerejawi, serta pengharapan eskatologis memiliki implikasi langsung dan signifikan terhadap praktik pelayanan pastoral. Pelayanan pastoral yang berakar pada teologi Perjanjian Baru menuntut kehadiran yang empatik, relasional, kontekstual, dan transformatif, serta berorientasi pada pemulihan holistik jemaat. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi teologi Perjanjian Baru dalam pelayanan pastoral bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendasar agar gereja mampu menjalankan panggilannya secara setia dan relevan di tengah tantangan zaman.