This Author published in this journals
All Journal Therapeuo
Suryadi
Sekolah Tinggi Teologi Galilea Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Relevansi Pengakuan Kristologis Rasul Thomas dalam Yohanes 20:28 terhadap Penguatan Iman Jemaat Gereja Aliran Kharismatik di Era Digital Suryadi
Jurnal Therapeuo Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 1 (2026): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Galilea Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66429/rmbwqm74

Abstract

Narasi mengenai Rasul Thomas dalam Yohanes 20:24-29 sering kali direduksi secara peyoratif sebagai manifestasi dari skeptisisme yang lemah iman. Padahal, pengakuannya merupakan klimaks Kristologis tertinggi dalam seluruh struktur sastra Injil Yohanes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi teologis Thomas dari keraguan menuju pengakuan radikal, signifikansi sosio-politik teks tersebut dalam konteks Kultus Kekaisaran Domitianus pada akhir abad pertama, serta bagaimana teks ini memiliki relevansi langsung terhadap penguatan iman jemaat Gereja aliran Kharismatik di era digital. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi biblika kritis dan analisis naratif (narrative criticism), penelitian ini menemukan bahwa skeptisisme Thomas bukanlah penolakan iman, melainkan krisis epistemologis untuk memverifikasi kontinuitas fisik antara Yesus yang disalibkan dengan Kristus yang bangkit. Secara sosio-politik, frasa Ho Kyrios mou kai ho Theos mou berfungsi sebagai subversi politik yang mendesakralisasi klaim ketuhanan Kaisar Domitianus (Dominus et Deus). Secara kontekstual, penelitian ini menyimpulkan bahwa pengakuan Thomas memiliki relevansi krusial bagi Gereja aliran Kharismatik di era digital melalui formulasi Thomasine Christological Faith-Fortification Model. Model konseptual ini menawarkan tiga pilar (Inkarnasional, Kritis, dan Subversif) sebagai paradigma teologis yang objektif untuk menguatkan iman jemaat dari ancaman disembodiment (virtualisasi iman), jebakan fideisme naif di era post-truth, serta hegemoni tekno-kapitalisme ruang siber.