Albertus Agung Kristiyanto
Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang, Malang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Wajah Liyan dalam Tradisi Sedekah Laut di Pesisir Pantai Utara – Rembang Tinjauan Relasionalitas Armada Riyanto: The Face of the Other in the Sea Alms Tradition on the North Coast – Rembang: A Relational Review of Armada Riyanto Albertus Agung Kristiyanto; Mathias Jebaru Adon
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v8i1.95493

Abstract

Tradisi Sedekah Laut merupakan tradisi yang telah lama dilakukan terus-menerus dan diturunkan dari generasi ke generasi. Tradisi Sedekah Laut merupkan tradisi yang dilakukan oleh warga masyarakat yang bertempat tinggal di daerah pesisir pantai utara terkhusus di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Tradisi ini menjadi tolok ukur bahwa di dunia yang semakin maju dan modern, masih juga terdapat ritual untuk menghormati arwah leluhur yang terdapat di laut. Tradisi Sedekah Laut ini juga melibatkan kebersamaan, kerukunan dalam kehidupan masyarakat. Mengetahui wajah Liyan yang seperti apa yang termuat di dalam tradisi Sedekah Laut. Metode penelitian yang digunakan dalam paper ini untuk memperoleh data yang akurat dilakukan dengan dua cara. Pertama, studi kepustakaan dan yang kedua wawancara dengan salah seorang sesepuh yang bertempat tinggal di daerah tersebut. Penulis telah memperoleh Liyan sebagai subjek. Liyan bukan dipandang sebagai objek atas subjek. Dengan demikian, terciptalah relasi intersubjektif. Relasi subjek-subjek. Liyan dalam tradisi Sedekah Laut ini ialah mereka (penguasa laut dan para arwah nelayan yang telah meninggal di tengah laut). Relasi Aku-Liyan akan tercipta secara harmonis apabila Aku menyadari ‘Aku’ dalam diri ku yang sedang bereksistensi dalam pengalaman hidup sehari-hari.