Dea Christabelinda Robert
Universitas Surabaya, Surabaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Tekanan Psikologis dalam Upacara Rambu Solo’ di Tana Toraja: Perspektif Psikologi Budaya: Representation of Psychological Stress in the Rambu Solo' Ceremony in Tana Toraja: A Cultural Psychology Perspective Dea Christabelinda Robert; Marselinus Sampe Tondok
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v8i1.103516

Abstract

Rambu Solo' merupakan ritual pemakaman yang sakral dan kompleks yang dipraktikkan di Tana Toraja, yang dapat memicu tekanan psikologis karena tuntutan sosial, emosional, dan ekonomi yang dibebankan kepada keluarga penyelenggara. Kajian terhadap aspek psikologis ritual ini menjadi penting mengingat minimnya penelitian psikologi budaya yang secara khusus menyoroti dampak psikologis dari praktik adat dalam konteks masyarakat Indonesia kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tekanan psikologis yang dialami oleh keluarga selama pelaksanaan ritual tersebutt. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi literatur dan wawancara mendalam dengan tiga orang yang secara langsung berpartisipasi dalam upacara tersebut. Temuan menunjukkan bahwa keluarga mengalami tekanan psikologis yang signifikan, terutama karena kewajiban adat untuk melaksanakan upacara dalam skala besar, yang sering kali melebihi kemampuan finansial mereka. Banyak dari keluarga penyelenggara upacara Rambu Solo’ yang terpaksa menjual properti atau berhutang untuk memenuhi harapan tersebut, sebuah beban yang semakin diperberat oleh tekanan masyarakat untuk menyelenggarakan acara yang rumit. Keluarga-keluarga penyelenggara upacara rambu solo’  berusaha untuk mengatasinya melalui dukungan emosional di antara para anggota dan berbagai strategi manajemen stres. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun Rambu Solo' berfungsi sebagai ekspresi penghormatan kepada leluhur yang bermakna, namun upacara adat tersebut juga menimbulkan beban psikologis yang cukup besar. Oleh karena itu, penyesuaian sosial budaya diperlukan untuk melestarikan makna ritual tanpa terlalu membebani keluarga yang menyelenggarakannya