Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IDENTIFIKASI RISIKO PRODUKSI SAGU BASAH PADA UMKM BERBASIS KOMODITAS LOKAL DI KABUPATEN LUWU UTARA: PENDEKATAN KUALITATIF EKSPLORATIF Sumantri Sumantri; Hamja Abdul Halik
JURNAL AGRIMANSION Vol 26 No 3 (2025): Jurnal Agrimansion Desember 2025
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v26i3.1915

Abstract

Sagu merupakan komoditas pangan strategis, namun pengolahannya masih menghadapi kendala yang berdampak pada keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengeksplorasi risiko produksi sagu basah pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan pemilihan informan secara purposive sampling yang melibatkan 15 orang terdiri dari petani, pelaku usaha, pekerja, akademisi, praktisi, dan pemerintah daerah. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan diskusi kelompok terfokus (FGD), sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen pendukung. Analisis dilakukan dengan pendekatan tematik dan Grounded Theory melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding, serta keabsahan data diperkuat dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menegaskan bahwa tahap pengolahan merupakan titik kritis karena melibatkan interaksi manusia, mesin, dan lingkungan yang berdampak pada mutu pati, rendemen, serta keselamatan kerja. Risiko lain muncul pada ketidakstabilan pasokan bahan baku, kontaminasi produk, keterbatasan daya simpan, serta hambatan distribusi yang menurunkan daya saing UMKM sagu. Temuan ini menunjukkan bahwa risiko saling berhubungan dan memperkuat satu sama lain, sehingga mitigasi perlu dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi. Implikasi penelitian ini mencakup penguatan kapasitas teknis dan diversifikasi pasokan, kontribusi teoretis pada literatur manajemen risiko agribisnis, serta rekomendasi kebijakan terkait infrastruktur, pembiayaan, dan kolaborasi untuk mendukung keberlanjutan dan ketahanan pangan lokal.