Fitri Silvia Sofyan
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

THE ROLE OF SCOUT EXTRACURRICULAR ACTIVITIES IN INSTILLING DISCIPLINE AND RESPONSIBILITY VALUES AS STRENGTHENING PANCASILA EDUCATION AMONG STUDENTS AT SMPN 2 RAWAMERTA Cahya Mutiara Khoirunnisa; Yudi Firmansyah; Fitri Silvia Sofyan
Journal Civics And Social Studies Vol. 10 No. 1 (2026): Vol 10 No 1 Tahun 2026
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/r7m4d464

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan karakter peserta didik, khususnya nilai disiplin dan tanggung jawab, sebagai bagian dari penguatan Pendidikan Pancasila di lingkungan sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dipandang sebagai salah satu sarana pembinaan karakter karena di dalamnya terdapat proses pembiasaan, keteladanan, kerja sama, dan pengalaman langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMPN 2 Rawamerta, menganalisis perannya dalam menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab peserta didik, serta mengidentifikasi hambatan dan solusi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas Wakasek Kesiswaan, Pembina Pramuka, Guru Pendidikan Pancasila, dan peserta didik yang mengikuti kegiatan Pramuka. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka dilaksanakan melalui apel, pengecekan kehadiran dan atribut, baris-berbaris, kegiatan regu, permainan edukatif, latihan keterampilan, pemberian tugas, dan evaluasi. Kegiatan tersebut berperan dalam membiasakan peserta didik hadir tepat waktu, menaati aturan, menjaga ketertiban, melaksanakan tugas, menjaga amanah, bekerja sama, serta menerima konsekuensi atas tindakan. Hambatan yang ditemukan meliputi kurangnya motivasi, keterlambatan, ketidaklengkapan atribut, keterbatasan waktu, cuaca, dan perlengkapan. Upaya yang dilakukan meliputi pembinaan konsisten, variasi kegiatan, motivasi, evaluasi, serta koordinasi antara sekolah, pembina, guru, dan orang tua.