Perkembangan industri logistik di Indonesia yang didorong oleh pertumbuhan perdagangan elektronik (e-commerce) meningkatkan kompleksitas risiko yang dihadapi perusahaan logistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko yang dihadapi PT Samudra Logistik Indonesia menggunakan pendekatan analisis risiko kuantitatif serta merumuskan strategi manajemen risiko berbasis Enterprise Risk Management (ERM). Penelitian dilakukan dengan pendekatan studi kasus melalui identifikasi, analisis, evaluasi, dan penentuan prioritas risiko berdasarkan tingkat kemungkinan (likelihood) dan dampak (impact). Hasil analisis menunjukkan bahwa perusahaan menghadapi lima risiko utama, yaitu kenaikan harga bahan bakar, kerusakan armada kendaraan, kerusakan dan kehilangan barang, fluktuasi nilai tukar rupiah, serta meningkatnya persaingan industri logistik. Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kenaikan harga bahan bakar memberikan dampak finansial terbesar dengan tambahan biaya operasional sekitar Rp7,73 miliar per tahun, diikuti oleh risiko persaingan industri, kerusakan armada, kerusakan dan kehilangan barang, serta fluktuasi nilai tukar. Berdasarkan matriks risiko, kenaikan harga bahan bakar dan persaingan industri termasuk kategori risiko sangat tinggi sehingga menjadi prioritas utama dalam mitigasi. Implementasi Enterprise Risk Management (ERM) dilakukan melalui delapan komponen utama, yaitu lingkungan internal, penetapan tujuan, identifikasi peristiwa, penilaian risiko, respons risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Strategi mitigasi yang direkomendasikan meliputi optimalisasi rute distribusi, pemeliharaan armada secara preventif, penerapan teknologi pelacakan barang, penggunaan asuransi pengiriman, penguatan sistem informasi manajemen risiko, dan peningkatan kualitas layanan. Penerapan ERM secara terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, menjaga stabilitas keuangan, memperkuat daya saing, serta mendukung keberlanjutan bisnis PT Samudra Logistik Indonesia.