Muhammad Royhan
Al-Wasathiyah University, Hadramaut, Yemen

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

From exclusivism to tolerance: Religious moderation and the prevention of religious blasphemy in indonesia Muhammad Fajar Noor Khamdani; Muhammad Royhan
Mishkat: Journal of Theology and Civilization Vol. 1 No. 1 (2026): Mishkat: Journal of Theology and Civilization
Publisher : PT Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religious blasphemy remains a significant issue that may threaten social harmony and stability in Indonesia’s multicultural society. This study aims to analyze the role of religious moderation as a strategy for preventing religious blasphemy in Indonesia. The research employed a library research method using books, scholarly articles, and relevant documents, which were analyzed through a descriptive qualitative approach. The findings indicate that religious moderation plays a crucial role in preventing religious blasphemy by strengthening the values of balance, tolerance, justice, equality, and respect for religious diversity. A moderate religious attitude encourages individuals to maintain strong convictions in their own faith while refraining from degrading or rejecting other religions. The study also reveals that exclusivism, excessive truth claims, and a lack of appreciation for diversity are key factors contributing to religious blasphemy. This research contributes to the conceptual understanding of religious moderation as a preventive instrument for fostering a harmonious, peaceful, and tolerant society in Indonesia. Abstrak Penistaan agama masih menjadi persoalan yang berpotensi mengganggu kerukunan dan stabilitas sosial di Indonesia yang multikultural. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran moderasi beragama sebagai strategi pencegahan penistaan agama di Indonesia. Penelitian menggunakan metode library research dengan sumber data berupa buku, artikel ilmiah, dan dokumen relevan yang dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama memiliki peran penting dalam mencegah penistaan agama melalui penguatan nilai keseimbangan, toleransi, keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap perbedaan keyakinan. Sikap moderat mendorong individu untuk tetap meyakini ajaran agamanya tanpa merendahkan atau menolak keberadaan agama lain. Temuan ini juga menunjukkan bahwa eksklusivisme, klaim kebenaran yang berlebihan, dan rendahnya penghargaan terhadap keberagaman merupakan faktor yang dapat memicu penistaan agama. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat landasan konseptual mengenai pentingnya moderasi beragama sebagai instrumen preventif untuk membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, damai, dan toleran di Indonesia.
Constructing the value, ownership, and consumption of virtual goods from an Islamic economic perspective Muhammad Fajar Noor Khamdani; Muhammad Royhan
Novera: Journal of Economics and Business Vol. 1 No. 1 (2026): Novera: Journal of Economics and Business
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/m0vb9x10

Abstract

The emergence of virtual goods has created a new form of consumption involving real economic expenditure on intangible digital objects, while studies specifically constructing virtual goods consumption from an Islamic economic perspective remain limited. This study aims to construct a concept of virtual goods consumption based on Islamic economic principles. A qualitative conceptual approach was employed through thematic analysis of literature on virtual goods, virtual economy, and Islamic consumption. The findings demonstrate that virtual goods consumption should be evaluated through needs, maṣlaḥah, rationality, financial capacity, proportionality, and the limits of isrāf and tabdhīr, rather than solely through economic value or consumer satisfaction. The study proposes responsible virtual consumption as a conceptual framework integrating digital benefits, financial capacity, and wasatiyyah. This framework extends Islamic economic discourse into digital consumption and provides a conceptual basis for assessing the appropriateness of expenditure on virtual objects. Abstrak Perkembangan virtual goods telah menciptakan bentuk konsumsi baru yang melibatkan pengeluaran ekonomi nyata untuk memperoleh objek nonfisik, sementara kajian yang secara khusus mengonstruksi konsumsi virtual goods dalam perspektif ekonomi Islam masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengonstruksi konsep konsumsi virtual goods berdasarkan prinsip ekonomi Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi konseptual melalui analisis tematik terhadap literatur mengenai virtual goods, virtual economy, dan konsumsi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi virtual goods perlu dinilai melalui kebutuhan, maṣlaḥah, rasionalitas, kemampuan ekonomi, proporsionalitas, serta batas isrāf dan tabdhīr, bukan semata-mata berdasarkan nilai ekonomi atau kepuasan pengguna. Penelitian ini menghasilkan konsep responsible virtual consumption sebagai konstruksi konsumsi virtual yang mengintegrasikan manfaat digital, kemampuan ekonomi, dan prinsip wasatiyyah. Konsep tersebut memperluas kajian ekonomi Islam ke ranah konsumsi digital dan memberikan dasar konseptual untuk menilai kewajaran pengeluaran atas objek virtual.