Bayutama
Institut Agama Islam Pemalang, Pemalang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Toward a maqāṣid-oriented framework: Qur'anic and Prophetic principles for addressing contemporary economic issues Bayutama; Amirul Bakhri
Mishkat: Journal of Theology and Civilization Vol. 1 No. 1 (2026): Mishkat: Journal of Theology and Civilization
Publisher : PT Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/ecpntt28

Abstract

Contemporary economic developments have generated various challenges, including riba, cryptocurrency, zakāt, and gharar, which are generally examined separately, leaving the interrelationship of Qur'anic and Prophetic principles insufficiently explained within a unified conceptual framework. This study aims to analyze Qur'anic and Prophetic principles in addressing contemporary economic issues through a maqāṣid al-sharīʿah-oriented approach. A qualitative library research design was employed using content analysis and thematic analysis. The findings reveal that riba, cryptocurrency, zakāt, and gharar are interconnected through four fundamental principles: justice, transparency, social responsibility, and legal certainty and the protection of wealth, ultimately contributing to the realization of maqāṣid al-sharīʿah, particularly ḥifẓ al-māl. This study contributes by proposing an integrated conceptual model linking contemporary economic challenges, Qur'anic and Prophetic principles, and the objectives of Islamic law as an analytical framework for advancing Islamic economics research and practice. Abstrak Perkembangan ekonomi kontemporer menghadirkan berbagai persoalan, seperti riba, cryptocurrency, zakat, dan gharar, yang umumnya masih dikaji secara parsial sehingga belum menunjukkan keterkaitan prinsip-prinsip Al-Qur'an dan Hadis dalam satu kerangka konseptual yang utuh. Penelitian ini bertujuan menganalisis prinsip-prinsip Al-Qur'an dan Hadis dalam merespons isu-isu ekonomi kontemporer melalui pendekatan berbasis maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang dianalisis melalui content analysis dan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riba, cryptocurrency, zakat, dan gharar saling berkaitan melalui empat prinsip utama, yaitu keadilan, transparansi, tanggung jawab sosial, serta kepastian dan perlindungan harta, yang secara terpadu mendukung pencapaian maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya ḥifẓ al-māl. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan model konseptual terintegrasi yang menghubungkan tantangan ekonomi kontemporer, prinsip-prinsip Al-Qur'an dan Hadis, serta tujuan syariat sebagai kerangka analitis bagi pengembangan kajian dan praktik ekonomi Islam.
Religion–state relations in the perspective of Islamic political theology: Implications for democracy and Indonesian civilization Bayutama; Amirul Bakhri
Mishkat: Journal of Theology and Civilization Vol. 1 No. 1 (2026): Mishkat: Journal of Theology and Civilization
Publisher : PT Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/kacfjg63

Abstract

Studies on religion–state relations in Islamic political theology remain dominated by normative debates, while research connecting theological foundations with their implications for democracy and the development of Indonesian civilization is still limited. This study aims to reconstruct religion–state relations from the perspective of Islamic political theology and examine their implications for democracy and the development of Indonesian civilization. A qualitative approach employing library research was adopted through descriptive-analytical analysis and conceptual synthesis of relevant scholarly literature. The findings demonstrate that Islamic political theology is grounded in tawḥīd, amānah, shūrā, al-'adl, maṣlaḥah, and ukhuwwah, which are reconstructed into a conceptual framework of religion–state relations. These values strengthen accountability, participation, the rule of law, the public interest, and social cohesion within democratic governance. This study contributes by proposing an integrative conceptual model linking Islamic political theology, democracy, and the development of Indonesian civilization. Abstrak Relasi agama dan negara dalam perspektif teologi politik Islam masih didominasi oleh perdebatan normatif, sementara kajian yang menghubungkan landasan teologis dengan implikasinya terhadap demokrasi dan pembangunan peradaban Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi relasi agama dan negara dalam perspektif teologi politik Islam serta menganalisis implikasinya terhadap demokrasi dan pembangunan peradaban Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui analisis deskriptif-analitis dan sintesis konseptual terhadap berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi politik Islam dibangun atas landasan tawḥīd, amānah, shūrā, al-'adl, maṣlaḥah, dan ukhuwwah, yang direkonstruksi menjadi kerangka konseptual relasi agama dan negara. Nilai-nilai tersebut memperkuat akuntabilitas, partisipasi, supremasi hukum, kepentingan publik, dan kohesi sosial dalam demokrasi. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan model konseptual yang mengintegrasikan teologi politik Islam, demokrasi, dan pembangunan peradaban Indonesia.