Faelalika Putri Herhan
Institut Agama Islam Pemalang, Pemalang, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Reconstructing Salafi epistemology through at-taṣfiyah and at-tarbiyah: A conceptual framework for contemporary Islamic thought Faelalika Putri Herhan; Amirul Bakhri
Mishkat: Journal of Theology and Civilization Vol. 1 No. 1 (2026): Mishkat: Journal of Theology and Civilization
Publisher : PT Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Debates regarding the relevance of Manhaj Salaf in addressing contemporary issues reveal a conceptual gap, as the relationship between its epistemology and the concepts of at-taṣfiyah and at-tarbiyah has not been comprehensively explained. This study aims to examine the relationship between the epistemology of Manhaj Salaf and the concepts of at-taṣfiyah and at-tarbiyah, as well as their implementation in responding to contemporary issues. A qualitative approach employing library research was adopted, and the data were analyzed using content analysis. The findings demonstrate that the epistemology of Manhaj Salaf provides the foundation for at-taṣfiyah as a process of doctrinal purification and at-tarbiyah as a process of continuous educational development, thereby forming a systematic framework for responding to pluralism, liberalism, artificial intelligence, bioethics, financial technology, and environmental issues. This study contributes by proposing a conceptual framework that integrates these three concepts into an analytical model for understanding how Manhaj Salaf responds to the dynamics of contemporary society. Abstrak Perdebatan mengenai relevansi Manhaj Salaf dalam merespons isu-isu kontemporer masih menyisakan kesenjangan konseptual karena hubungan antara epistemologi, at-taṣfiyah, dan at-tarbiyah belum dijelaskan secara terpadu. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara epistemologi Manhaj Salaf dengan konsep at-taṣfiyah dan at-tarbiyah, serta menjelaskan implementasinya dalam merespons berbagai isu kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research, sedangkan data dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi Manhaj Salaf menjadi landasan yang mengarahkan at-taṣfiyah sebagai proses pemurnian ajaran dan at-tarbiyah sebagai proses pembinaan berkelanjutan sehingga membentuk kerangka respons yang sistematis terhadap pluralisme, liberalisme, kecerdasan buatan, bioetika, teknologi finansial, dan isu-isu lingkungan. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan kerangka konseptual yang mengintegrasikan ketiga konsep tersebut sebagai model analitis untuk memahami respons Manhaj Salaf terhadap dinamika masyarakat modern.
Reconstructing Islamic education for the digital era: An integrative framework of tarbiyah, taʿlīm, and taʾdīb Faelalika Putri Herhan; Khaerudin
Eduvista: Journal of Education and Innovation Vol. 1 No. 1 (2026): Eduvista: Journal of Education and Innovation
Publisher : Eduvista: Journal of Education and Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital transformation has created multidimensional challenges for Islamic education, while existing studies tend to examine tarbiyah, ta'lim, and ta'dib separately, leaving the need for an integrated conceptual framework unaddressed. This study aims to reconstruct the paradigm of Islamic education in the digital era by developing an integrative framework of tarbiyah, ta'lim, and ta'dib. A qualitative conceptual approach was employed through library research and content analysis of relevant scholarly literature. The findings propose a conceptual framework integrating spiritual development (tarbiyah), knowledge development and digital literacy (ta'lim), and character formation with digital ethics (ta'dib) to address contemporary challenges in Islamic education. This study contributes by providing a conceptual model that advances the theoretical development of Islamic education and offers a foundation for future empirical research and curriculum innovation in the digital era. Abstrak Transformasi digital menghadirkan tantangan multidimensional bagi pendidikan Islam. Namun, kajian yang ada masih cenderung membahas tarbiyah, ta'lim, dan ta'dib secara terpisah sehingga belum menghasilkan suatu kerangka yang integratif. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi paradigma pendidikan Islam di era digital melalui pengembangan kerangka integratif tarbiyah, ta'lim, dan ta'dib. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian konseptual melalui studi kepustakaan dan analisis isi terhadap berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menghasilkan suatu kerangka konseptual yang mengintegrasikan pembinaan spiritual (tarbiyah), pengembangan pengetahuan dan literasi digital (ta'lim), serta pembentukan karakter dan etika digital (ta'dib) sebagai respons terhadap tantangan pendidikan Islam kontemporer. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada pengembangan model konseptual yang memperkuat teori pendidikan Islam sekaligus menjadi landasan bagi penelitian empiris dan inovasi kurikulum di era digital.
Modern society transformation and contemporary social challenges: Toward an integrated Qur'anic and Hadith perspective Faelalika Putri Herhan; Amirul Bakhri
Societa: Journal of Society and Change Vol. 1 No. 1 (2026): Societa: Journal of Society and Change
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/bwpqrc20

Abstract

Modern society transformation has generated increasingly complex social challenges, yet previous studies have generally examined digital ethics, mental health, the digital economy, and environmental issues separately without offering an integrated conceptual framework based on the Qur'an and Hadith. This study aims to analyze the perspectives of the Qur'an and Hadith in addressing contemporary social challenges by synthesizing theories of modern society transformation with Islamic ethical values. This research employed a qualitative library research design using a conceptual approach and thematic analysis of relevant scholarly literature and Islamic sources. The findings indicate that the principles of tabayyun and amānah, spiritual well-being, muʿāmalah, and khalīfah fī al-arḍ constitute an integrated ethical framework for addressing digital ethics, mental health, the digital economy, and environmental issues. This study contributes by proposing a conceptual model that reinforces the relevance of Islamic teachings as an ethical foundation for building a modern society that is ethical, just, and sustainable. Abstrak Transformasi masyarakat modern telah melahirkan berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks. Namun, penelitian terdahulu umumnya masih membahas isu etika digital, kesehatan mental, ekonomi digital, dan lingkungan secara terpisah sehingga belum menawarkan kerangka konseptual yang mengintegrasikan perspektif Al-Qur'an dan Hadis. Penelitian ini bertujuan menganalisis perspektif Al-Qur'an dan Hadis dalam merespons tantangan sosial kontemporer melalui sintesis antara transformasi masyarakat modern dan nilai-nilai etika Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research, conceptual approach, serta thematic analysis terhadap literatur ilmiah dan sumber-sumber keislaman yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip tabayyun dan amānah, spiritual well-being, muʿāmalah, serta khalīfah fī al-arḍ membentuk suatu kerangka etik yang terintegrasi dalam merespons tantangan etika digital, kesehatan mental, ekonomi digital, dan isu lingkungan. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan model konseptual yang memperkuat relevansi ajaran Islam sebagai landasan etik bagi pembangunan masyarakat modern yang etis, adil, dan berkelanjutan.