Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengukuran Quality of Service (QoS) berdasarkan Kecepatan Download, Upload, Latensi dan Base Transceiver Station di Provinsi Indonesia Ardania Meilaningrum; Siti Nur Hamidah
IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Vol. 7 No. 1 (2026): Vol. 7 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/imtechno.v7i1.11961

Abstract

Pengukuran evaluasi kinerja jaringan seluler menjadi penting untuk dilakukan seiring dengan perkembangan teknologi informasi maupun literasi digital yang semakin meningkat dilihat dari lima tahun terakhir ini. Tingkat latensi sebagai waktu tunggu suatu data dari sumber menuju tujuan dalam lingkup jaringan internet menjadi salah satu indikator penentu kualitas jaringan. Data dari sumber terpercaya yaitu Ookla membahas bahwa kecepatan download dan upload menjadi faktor yang memengaruhi tingkat latensi dengan dicantumkan datanya secara bersamaan pada website resminya. Di satu sisi Indonesia memiliki beberapa karakteristik unik yang membuat latensi di berbagai daerah provinsi menyisakan disparitas digital yang masih terasa. Salah satu faktor penyebabnya adalah infrastruktur yang belum merata di berbagai daerah. Base Transceiver Station (BTS) adalah infrastruktur telekomunikasi yang mempunyai peran penting untuk meningkatkan akses jaringan komunikasi digital khususnya pada daerah remote atau daerah yang terletak di luar jangkauan perkotaaan besar. Penggunaan salah satu standar Telecommunications and Internet Protocol Harmonization Over Network (TIPHON) menjadi landasan pengukuran Quality of Service (QoS) provinsi di Indonesia menggunakan indikator throughput yang terdiri dari kecepatan download, upload, latensi dan jumlah BTS. Penelitian ini menghasilkan keluaran berupa uji regresi Principal Component Analysis (PCA) terdiri dari kecepatan download dan upload yang signifikan berpengaruh pada latensi serta QoS Score komposit untuk pengkategorian bahwa beberapa provinsi salah satunya Jakarta termasuk dalam kategori A atau sangat bagus dengan skor >75 dan terdapat provinsi lain yang termasuk kategori C atau sedang dengan skor <50 sehingga perlu rekomendasi tindak lanjut.
Analisis Faktor yang Memengaruhi Burnout Karyawan Menggunakan Regresi Logistik Biner pada Data Employee Mental Health Shynde Limar Kinanti; Ardania Meilaningrum
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2092

Abstract

Kelelahan kerja atau burnout telah menjadi salah satu permasalahan utama di kalangan karyawan karena beban kerja yang tinggi serta stres yang berkepanjangan. Kondisi ini berdampak pada penurunan kesejahteraan psikologis, kesehatan kerja sekaligus kualitas pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model prediksi burnout, mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap burnout, serta mengevaluasi kemampuan model dalam mengklasifikasikan karyawan yang berisiko mengalami risiko burnout. Data sekunder digunakan sebagai data awal untuk analisis menggunakan metode terpilih yaitu Regresi Logistik Biner. Hasilnya menunjukkan bahwa dari 13 variabel yang dianalisis, terdapat lima variabel yang berpengaruh signifikan terhadap burnout seperti jam kerja per minggu, jam lembur dan durasi penggunaan layar yang berpengaruh positif, sedangkan durasi tidur serta aktivitas fisik berpengaruh negatif terhadap peluang terjadinya burnout. Evaluasi model menunjukkan diskriminasi yang baik (AUC = 0,7909) sehingga model mampu membedakan karyawan yang berisiko mengalami burnout dan yang tidak setelah penggunaan threshold optimum baru senilai 0,1307. Temuan ini menunjukkan bahwa identifikasi faktor penyebab burnout karyawan dapat membantu organisasi untuk menyusun strategi intervensi guna meningkatkan kesehatan kerja pada karyawan