Perkembangan teknologi dan perubahan sosial menghadirkan tantangan serius dalam pembinaan moral anak, ditandai maraknya penyimpangan perilaku serta kecenderungan pendekatan bimbingan konvensional yang sebatas normatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis komparasi konseptual antara Tarbiyatul Aulad karya Abdullah Nashih Ulwan dan teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg, sekaligus merumuskan model bimbingan konseling yang integratif. Menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kepustakaan (library research), analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi, komparasi konseptual, serta sintesis teoretis pada berbagai literatur primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua teori saling melengkapi; Tarbiyatul Aulad menyajikan landasan normatif-religius dan pembiasaan karakter, sedangkan teori Kohlberg memberikan kerangka perkembangan kognitif-moral secara sistematis. Sintesis keduanya menghasilkan Model Bimbingan Konseling Moral Integratif yang dioperasionalkan melalui asesmen tahap perkembangan moral anak dan tiga komponen intervensi berkelanjutan: internalisasi nilai religius melalui keteladanan dan nasihat, stimulasi penalaran moral melalui diskusi dilema moral, serta pembiasaan perilaku moral melalui penguatan positif. Model integratif ini berimplikasi pada terciptanya kerangka pembinaan moral anak yang lebih holistik, rasional, reflektif, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.