Apta Mylsidayu
Kepelatihan Kecabangan Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Jakarta, Jalan Pemuda No. 10, Rawamangun, Jakarta Timur 13220, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI PENERAPAN LTAD DI USIA SEKOLAH DASAR Sukiri; Ayu Purnama Wenly; Apta Mylsidayu; Ramdan Pelana
SELEBRASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): SELEBRASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/SELEBRASI.031.01

Abstract

ABSTRACT. Keterbatasan akses terhadap pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi guru olahraga juga menjadi kendala utama dalam penerapan LTAD. Guru-guru olahraga di Kepulauan Seribu masih memiliki keterbatasan dalam hal pengetahuan dan implementasi program LTAD yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Faktor geografis yang membuat akses pelatihan sulit serta minimnya program pembinaan yang berkelanjutan menyebabkan kurangnya pemahaman guru dalam mengadaptasi kurikulum pendidikan jasmani yang sesuai dengan prinsip LTAD. Akibatnya, pembelajaran olahraga di sekolah masih bersifat konvensional dan belum terstruktur untuk mendukung perkembangan jangka panjang anak dalam bidang olahraga. Adapun Tujuan Pelaksanaan Kegiatan PKM ini adalah Meningkatkan kompetensi guru olahraga dalam penerapan model LTAD untuk pengembangan keterampilan dasar siswa; Menyediakan pelatihan dan pendampingan bagi guru olahraga agar lebih inovatif dalam mengelola kegiatan pendidikan jasmani; dan Meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan olahraga dengan metode yang lebih menarik dan berbasis permainan. Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh KKGO Pulau Seribu dalam penerapan Long-Term Athlete Development (LTAD) di usia sekolah dasar, diperlukan serangkaian tahapan yang sistematis dan terstruktur. Metode pelaksanaan program ini mencakup tiga tahap utama, yaitu sosialisasi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. KEYWORDS. LTAD ; Sekolah Dasar ; Integrasi Sistem Pembelajaran. ABSTRACT. Limited access to training and capacity-building programs for physical education teachers has become a major barrier to implementing LTAD (Long-Term Athlete Development). Physical education teachers in the Seribu Islands still face constraints in terms of knowledge and the practical application of LTAD programs appropriate to children’s developmental stages. Geographical challenges that hinder training access, coupled with the lack of continuous professional development programs, have led to insufficient understanding among teachers in adapting physical education curricula aligned with LTAD principles. Consequently, sports instruction in schools remains conventional and lacks a structured framework to support the long-term development of children in sports.The objectives of this Community Service Program (PKM) are to enhance teachers’ competencies in implementing the LTAD model for fundamental skill development among students; to provide training and mentoring for teachers to become more innovative in managing physical education activities; and to increase student participation in sports through engaging, game-based approaches. To address the challenges faced by the KKGO of the Seribu Islands in implementing LTAD at the elementary school level, a series of systematic and structured stages were carried out. The implementation method of this program includes three main phases: socialization, mentoring and evaluation, and program sustainability. KEYWORDS: LTAD; Elementary School; Learning System Integration.
TEKNIK DASAR DAN STRATEGI PERMAINAN PETANQUE Ramdan Pelana; Sukiri; Ayu Purnama Wenly; Apta Mylsidayu
SELEBRASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): SELEBRASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/SELEBRASI.031.02

Abstract

ABSTRACT. Keterbatasan akses terhadap pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi guru olahraga juga menjadi kendala utama dalam penerapan teknik dasar dan strategi permainan petanque. Guru-guru olahraga di Kepulauan Seribu masih memiliki keterbatasan dalam hal pengetahuan dan implementasi program yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Faktor geografis yang membuat akses pelatihan sulit serta minimnya program pembinaan yang berkelanjutan menyebabkan kurangnya pemahaman guru dalam mengadaptasi kurikulum pendidikan jasmani yang sesuai dengan prinsip LTAD yang mendukung penerapan teknik dasar dan strategi permainan petanque. Akibatnya, olahraga permainan petanque masih jarang di ajarkan di sekolah dan dipertandingkan di kepulauan seribu. Padahal olahraga permainan petanque sudah menjadi olahraga yang sudah dipertandingkan tingkat nasional maupun internasional. Adapun Tujuan Pelaksanaan Kegiatan PKM ini adalahMeningkatkan kompetensi guru olahraga dalam penerapan teknik dasar dan strategi permainan petanque untuk pengembangan keterampilan dasar siswa; Menyediakan pelatihan dan pendampingan bagi guru olahraga agar lebih inovatif dalam mengelola kegiatan pendidikan jasmani; dan Meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan olahraga dengan metode yang lebih menarik dan berbasis permainan. ABSTRACT. Limited access to training and capacity development for sports teachers is also a major obstacle in implementing basic techniques and strategies for playing petanque. Sports teachers in the Seribu Islands still have limitations in terms of knowledge and implementation of programs that are appropriate to children's developmental stages. Geographical factors that make access to training difficult and the lack of sustainable coaching programs result in a lack of teacher understanding in adapting the physical education curriculum in accordance with LTAD principles which support the application of basic techniques and strategies for playing petanque. As a result, the sport of petanque is still rarely taught in schools and is competed in the Thousand Islands. In fact, petanque has become a sport that is competed at national and international levels. The aim of implementing this PKM activity is to increase the competence of sports teachers in applying basic techniques and strategies for the petanque game to develop students' basic skills; Providing training and assistance for sports teachers to be more innovative in managing physical education activities; and Increase student participation in sports activities with more interesting and game-based methods.  
METODE PENGAJARAN OLAHRAGA YANG MENDORONG GRIT (KOMBINASI PASSION DAN KETABAHAN) DEMI TUJUAN JANGKA PANJANG Ayu Purnama Wenly; Apta Mylsidayu; Harry Syahputra Nasution; Muh. Ali Akbar
SELEBRASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 02 (2025): SELEBRASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/SELEBRASI.032.03

Abstract

ABSTRACT. Permasalahan yang sering di hadapi guru-guru di sekolah khusus nya guru di KKGO Pulogadung adalah peserta didik sering kali menunjukkan kurangnya ketahanan dalam menghadapi tantangan atau kegagalan dalam olahraga. Ketika mereka mengalami kesulitan dalam menguasai teknik tertentu atau kalah dalam kompetisi, mereka cenderung cepat menyerah dan kehilangan motivasi. Hal ini diperburuk oleh pola pikir tetap (fixed mindset) yang masih banyak dimiliki oleh siswa, di mana mereka percaya bahwa kemampuan olahraga adalah sesuatu yang tetap dan tidak bisa ditingkatkan dengan usaha yang konsisten. Permasalahan tersebut menjadi tidak terselesaikan karena kurangnya metode pengajaran yang secara spesifik menanamkan grit dalam proses pembelajaran olahraga. Grit, yang merupakan kombinasi antara passion (gairah) dan perseverance (ketabahan), sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik agar mereka memiliki daya juang tinggi dan mampu mencapai tujuan jangka panjang dalam bidang akademik maupun olahraga.   KEYWORDS. GRIT ; kombinasi passion; ketabahan; tujuan jangka Panjang   ABSTRACT. The problem that teachers in schools often face, especially teachers at KKGO Jatinegara, is that students often show a lack of resilience in facing challenges or failure in sports. When they have difficulty mastering a particular technique or lose in a competition, they tend to give up quickly and lose motivation. This is exacerbated by the fixed mindset that many students still have, where they believe that sports ability is something that is fixed and cannot be improved with consistent effort. This problem remains unresolved due to the lack of teaching methods that specifically instill grit in the sports learning process. Grit, which is a combination of passion and perseverance, is very important in shaping the character of students so that they have high fighting power and are able to achieve long-term goals in academics and sports..   KEYWORDS: GRIT ; combination of passions; fortitude; Long term goals