Baihaqi Baihaqi
Universitas Halu Oleo, Kendari

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Kualitas Protein Biskuit Asin Substitusi Tepung Ayam Berdasarkan Profil Asam Amino dan Analisis Proksimat Baihaqi Baihaqi
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/5cb1hh19

Abstract

Pengembangan produk biskuit tinggi protein memerlukan peningkatan kualitas protein melalui substitusi bahan baku yang memiliki komposisi asam amino lebih lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas protein biskuit asin substitusi tepung ayam berdasarkan analisis proksimat, profil asam amino, dan uji organoleptik. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat tingkat substitusi tepung ayam (0%, 5%, 10%, dan 15%). Analisis proksimat meliputi kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat, sedangkan profil asam amino dianalisis menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC). Uji organoleptik dilakukan dengan metode hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan substitusi tepung ayam meningkatkan kadar protein biskuit dari 8,12% menjadi 15,21% serta meningkatkan kandungan asam amino esensial, khususnya lisin dan branched-chain amino acids (BCAA). Sebaliknya, kandungan karbohidrat mengalami penurunan seiring meningkatnya substitusi tepung ayam. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa biskuit dengan substitusi tepung ayam hingga 10% masih dapat diterima dengan baik oleh panelis dari segi warna, aroma, rasa, dan tekstur. Penelitian ini menunjukkan bahwa substitusi tepung ayam dapat meningkatkan kualitas protein biskuit asin berdasarkan profil asam amino tanpa menurunkan penerimaan sensori secara signifikan pada tingkat substitusi moderat.
Penerapan PM-AAS sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan untuk Peningkatan Produktivitas Padi Santty Fuji Pomalingo; Rina Astarika; Baihaqi Baihaqi
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/1sq88578

Abstract

Padi merupakan komoditas strategis dalam ketahanan pangan nasional Indonesia, sehingga peningkatan produksinya menjadi prioritas utama. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah sistem PM-AAS (Pertanian Modern–Advanced Agricultural System), yang mengintegrasikan mekanisasi presisi, penanaman rapat, serta manajemen air dan nutrisi berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan sistem PM-AAS terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman padi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan PM-AAS secara konsisten meningkatkan pertumbuhan tanaman, jumlah anakan produktif, efisiensi penggunaan pupuk, serta hasil panen dibandingkan sistem konvensional. Selain itu, sistem ini juga mendukung efisiensi penggunaan air dan keberlanjutan lingkungan lahan sawah. Dengan demikian, PM-AAS berpotensi menjadi inovasi penting dalam pengembangan budidaya padi modern yang produktif dan berkelanjutan di Indonesia.
Transformasi Mata Pencaharian Masyarakat Pascatambang Menuju Agribisnis dan Dampaknya terhadap Kesejahteraan di Kabupaten Kutai Timur Ardessius Sinaga; Rina Astarika; Baihaqi Baihaqi
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/83eyf562

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis proses peralihan mata pencaharian masyarakat dari sektor pertambangan ke sektor pertanian berbasis agribisnis serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kutai Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 12 informan yang terdiri atas petani eks pekerja tambang, penyuluh pertanian, dan aparat desa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurunnya aktivitas pertambangan menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat beralih ke sektor pertanian, didukung oleh ketersediaan lahan, program pemerintah, dan penyuluhan pertanian. Adapun hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan modal, minimnya pengalaman bertani, dan rendahnya akses terhadap teknologi. Penyuluhan pertanian berperan penting dalam meningkatkan keterampilan, memperkuat kelembagaan kelompok tani, serta mendukung pengembangan usaha agribisnis. Secara keseluruhan, peralihan ke sektor pertanian berbasis agribisnis memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat melalui terciptanya sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan dan meningkatnya ketahanan ekonomi rumah tangga.