Perkembangan isu keberlanjutan lingkungan telah mendorong sektor perbankan untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian profitabilitas, tetapi juga berperan dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui penerapan green credit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dana pihak ketiga (DPK) dan ukuran bank terhadap profitabilitas dengan green credit sebagai variabel mediasi pada bank umum konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data yang digunakan berupa data panel yang berasal dari 15 bank umum konvensional selama enam periode pengamatan dengan total 90 observasi. Teknik analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan Random Effect Model (REM) serta pengujian mediasi menggunakan Sobel Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dana pihak ketiga dan ukuran bank berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Dana pihak ketiga juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap green credit, sedangkan ukuran bank berpengaruh negatif dan signifikan terhadap green credit. Selain itu, green credit terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas dengan kontribusi pengaruh terbesar dibandingkan variabel lainnya. Namun, hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa green credit belum mampu memediasi secara signifikan hubungan antara dana pihak ketiga maupun ukuran bank terhadap profitabilitas. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penguatan kapasitas dana dan strategi pengelolaan aset bank perlu diiringi dengan peningkatan kualitas implementasi green credit agar mampu mendukung keberlanjutan sekaligus meningkatkan kinerja keuangan perbankan.