Nico Valentino Wijaya
Universitas Lumajang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam Perspektif Pengembangan Organisasi Publik di Puskesmas Rogotrunan Kabupaten Lumajang Prasojo Ashar; Nico Valentino Wijaya; Titis Srimurni
Majalah Ilmiah "CAHAYA ILMU" Vol 8 No 2 (2026): MAJALAH ILMIAH CAHAYA ILMU
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37849/mici.v8i2.527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam perspektif pengembangan organisasi publik di Puskesmas Rogotrunan, Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Fokus penelitian dianalisis menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edwards III yang mencakup aspek komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program CKG di Puskesmas Rogotrunan secara umum telah berjalan dengan cukup baik. Pada aspek komunikasi, koordinasi antarpegawai dan penyampaian informasi program dilakukan melalui rapat internal, briefing, serta komunikasi langsung. Pada aspek sumber daya, pelaksanaan program didukung oleh tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan, meskipun masih terdapat keterbatasan sumber daya serta meningkatnya beban kerja pegawai. Pada aspek disposisi pelaksana, pegawai menunjukkan sikap positif, komitmen, dan kemampuan adaptasi dalam menjalankan program. Sementara itu, pada aspek struktur birokrasi, pelaksanaan program telah didukung oleh pembagian tugas yang jelas serta penyesuaian Standar Operasional Prosedur (SOP) sesuai dengan kebutuhan pelayanan. Faktor yang mendukung pelaksanaan program meliputi dukungan pimpinan, kerja sama antarpegawai, komitmen pelaksana, serta respons positif masyarakat. Sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan tenaga kesehatan, keterbatasan fasilitas pelayanan, peningkatan beban kerja, serta kendala koordinasi. Secara keseluruhan, implementasi Program CKG di Puskesmas Rogotrunan menunjukkan adanya upaya pengembangan organisasi publik melalui peningkatan koordinasi kerja, penyesuaian sistem pelayanan, dan peningkatan kemampuan organisasi dalam beradaptasi terhadap tuntutan pelayanan kesehatan masyarakat.