Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, alat kerja, bahan, proses maupun lingkungan kerja. Pada tahun 2023 jumlah penyakit akibat kerja tercatat sebanyak 91 kasus namun secara global ada 2,3 juta kematian terkait pekerjaan setiap tahun, dengan mayoritas 2,0 juta penyakit akibat. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit akibat kerja yaitu perilaku kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku kerja dengan kejadian penyakit akibat kerja pada karyawan di PT. Lutvindo Pekanbaru. Desain Penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan cross-sectional, yaitu setiap variabel diobservasi hanya satu kali saja. Populasi dan Sampel dalam penelitian seluruh karyawan PT. Lutvindo yang berjumlah 171. Jumlah sampel dari penelitian adalah 40 orang yang diambil dari divisi aspal mixing plant dengan menggunakan teknik total sampling. Alat pengumpulan data kuesioner. Data ini dianalisa dengan analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian diproleh Mayoritas 25 responden (62,5 %) pada kategori perilaku kerja positif, mayoritas 25 Responden (62,5 %) tidak mengalami penyakit akbat kerja. Hasil uji Chi Square didapatkan nilai p value 0,001 < α 0,05 yang artinya ada hubungan perilaku kerja dengan kejadian penyakit akibat kerja pada karyawan di PT. Lutvindo Pekanbaru. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi dasar yang berkaitan dengan perilaku kerja serta penyakit akibat kerja yang terjadi sehingga PT. Lutvindo dapat memberikan edukasi terkait penyakit akibat kerja pada karyawan.