Leonardo E. Aisoi
Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Cenderawasih, Provinsi Papua

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS VEGETASI GULMA INVASIF PADA DUA LAHAN PERKEBUNAN JAGUNG DI KELURAHAN KOYA BARAT, DISTRIK MUARA TAMI, KOTA JAYAPURA Maria Irene Didu; Leonardo E. Aisoi; Apriani H. Rophi
NOVAE GUINEA Jurnal Biologi Vol. 15 No. 2 (2024): Novae Guinea Jurnal Biologi
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis vegetasi dilakukan pada penelitian ini untuk mengetahui komposisi jenis dan struktur vegetasi gulma invasif pada dua lahan perkebunan jagung di Kelurahan Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Penelitian ini menggunakan metode kuadrat, dengan 3 transek dengan panjang 100 m pada setiap lahan perkebunan jagung dengan jumlah plot sebanyak 20 plot berukuran 2 x 2 m pada setiap transek yang diletakkan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan komposisi gulma invasif pada kedua lahan perkebunan jagung terdiri dari 11 famili, 23 spesies, dan jumlah individu sebanyak 3429 individu. Jumlah individu pada perkebunan jagung 1 sebanyak 2098 individu, sedangkan pada perkebunan jagung 2 sebanyak 1331 individu. Euphorbia heterophylla mendominasi lahan perkebunan jagung 1 dengan total indeks nilai penting sebesar 38,53, sedangkan Synedrella nodiflora mendominasi lahan perkebunan jagung 2 dengan total indeks nilai penting sebesar 62,06. Indeks keanekaragaman pada kedua lahan perkebunan jagung tergolong sedang, sedangkan indeks kemerataan kedua lahan perkebunan jagung terindikasi semakin merata. Kata Kunci : Analisis vegetasi, Gulma invasif, Perkebunan Jagung di Kelurahan Koya Barat
PERKEMBANGAN TUMBUHAN PAKU Platycerum wandae DAN SUMBANGSIHNYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI Leonardo E. Aisoi; Semuel Jeujanan
NOVAE GUINEA Jurnal Biologi Vol. 15 No. 2 (2024): Novae Guinea Jurnal Biologi
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan Paku atau Pteridophyta merupakan salah satu topik dalam pembelajaran Biologi di SMP/SMA terutama mengenai metagenesis. Jenis paku yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran menganai metagenesis paku adalah Paku Platycerium wandae. Paku Platycerium wandae termasuk dalam kelompok Paku Tanduk Rusa adalah sekelompok tumbuhan paku epifit yang semuanya tergabung dalam genus Platycerium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan morfologi pada tiap fase perkembangan siklus hidup tumbuhan paku (Pteridophyta) dan waktu yang diperlukan selama proses perberkembangan mulai dari fase pembelahan sampai fase sporofit muda. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskritif. Data dikumpulkan melalui kegiatan pengamatan dan dokumentasi kemudian data tersebut deskripsikan secara komprehensif serta disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa struktur morfologi siklus tumbuhan paku yaitu Platycerium wandae mengalami perubahan-perubahan pada setiap fase siklus hidupnya. Waktu yang dibutuhkan tumbuhan paku mulai dari fase pembelahan sampai dengan terbentuknya sporofit muda yaitu selama 3-19 minggu. Paku Platycerium wandae dapat dikembangkan sebagai media pembelajaran Biologi karena selama ini informasi mengenai metagenesis tumbuhan paku terbatas hanya pada jenis paku tertentu saja, maka dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai siklus hidup tumbuhan paku terutama dari jenis Platycerium wandae. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan materi tambahan pada pelajaran biologi di SMA kelas X semester 1 yang berhubungan dengan kompetensi dasar 3.8 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan tumbuhan ke dalam divisio berdasarkan pengamatan morfologi dan metagenesis tumbuhan serta mengaitkan peranannya dalam kelangsungan kehidupan di bumi. Kata Kunci : Platycerium wandae, Metagenesis, Media pembelajaran IPA