Leonardo E. Aisoi
Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Cenderawasih, Provinsi Papua

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemanfaatan Minyak Pandemor Oleh Suku Byak di Meosbefondi Kabupaten Supiori Diana Imbab; Leonardo E. Aisoi; David R. Jesajas
NOVAE GUINEA Jurnal Biologi Vol. 16 No. 01 (2025): Novae Guinea Jurnal Biologi
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengobatan tradisional telah lama menjadi bagian penting dari praktik kesehatan masyarakat Indonesia, terutama pada komunitas yang memiliki kedekatan dengan kekayaan hayati lokal. Suku Byak di Meosbefondi merupakan salah satu kelompok etnis yang mempertahankan pengetahuan pengobatan turun-temurun melalui penggunaan minyak pandemor, yaitu minyak herbal yang diproses secara tradisional dan dipercaya bermanfaat untuk berbagai keluhan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan teknik pengolahan minyak pandemor serta bentuk pemanfaatannya oleh masyarakat setempat. Penelitian dilakukan pada Desember 2023–Januari 2024 menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan praktik etnobotani yang masih dipertahankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua metode utama dalam pembuatan minyak pandemor, yaitu (1) daun pandemor dikeringkan terlebih dahulu di bawah sinar matahari sebelum dicampur dengan minyak kelapa, dan (2) daun pandemor langsung dicampur dengan minyak kelapa tanpa proses pengeringan. Minyak yang dihasilkan digunakan sebagai obat tradisional untuk patah tulang, keseleo, pegal-pegal, luka bakar ringan, gigitan serangga, bisul, cacar air, serta sebagai penyubur rambut. Temuan ini menegaskan bahwa minyak pandemor memiliki nilai penting dalam praktik kesehatan tradisional suku Byak, sekaligus menunjukkan bahwa pengetahuan lokal tersebut masih dilestarikan dan dimanfaatkan hingga saat ini. Kata Kunci : Minyak pandemor, Pengobatan tradisional, Suku Byak, Etnobotani, Papua
Respon Pertumbuhan Tanaman Anggrek Dendrobium crumenatum Terhadap Pemberian Pupuk Gandasil D dan Air Kelapa (Cocos nucifera) di Kampung Maribu Distrik Sentani Barat Kabupaten Jayapura Papua Romauli Lumbantungkup; Leonardo E. Aisoi; Suriyah Satar
NOVAE GUINEA Jurnal Biologi Vol. 16 No. 01 (2025): Novae Guinea Jurnal Biologi
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggrek merupakan tanaman yang pertumbuhannya lambat dibandingkan dengan tanaman hias lainnya. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan pemberian pupuk yang mengandung unsur hara makro dan mikro. Salah satu bahan yang digunakan untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman anggrek adalah pemberian pupuk Gandasil D dan air kelapa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan dosis pemberian dosis Gandasil D dan air kelapa terhadap pertumbuhan anggrek Dendrobium crumenatum di Kampung Maribu Distrik Sentani Barat Kabupaten Jayapura Pappua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode eksperimen Rancangan Acak lengkap (RAL). Hasil penelitian pengaruh dosis pupuk Gandasil D dan air kelapa menunjukkan pertumbuhan yang baik. Pupuk Gandasil D terbaik pada dosis 1,5 ml. Dosis ini memberikan respon pertumbuhan tinggi tanaman dengan rata-rata 31,5 cm dan diameter batang dengan rata-rata 1,6 cm. Dosis air kelapa 200 ml memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman dengan rata-rata 28,3 cm, dosis 100 ml berpengaruh nyata terhadap lebar daun dengan rata-rata 3,4 cm. Kata Kunci : Anggrek, Air Kelapa, Dendrobium crumenatum, Gandasil D, Jayapura, Maribu, Papua, Respon
Anatomi dan Tipe Spora Pteridophyta pada Kawasan Hutan Jalan Kampung Berap-Distrik Demta Kabupaten Jayapura Leonardo E. Aisoi; Rosamina Raweyai; Semuel Jeunajanan
NOVAE GUINEA Jurnal Biologi Vol. 16 No. 02 (2025): Novae Guinea Jurnal Biologi
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman tumbuhan paku (Pteridophyta) serta menganalisis karakter morfologi spora yang meliputi ornamentasi, bentuk, tipe, dan tekstur di kawasan hutan Jalan Kampung Berap, Distrik Demta, Kabupaten Jayapura. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 21 spesies tumbuhan paku yang tergolong ke dalam tujuh famili, yaitu Aspleniaceae, Polypodiaceae, Pteridaceae, Thelypteridaceae, Dryopteridaceae, Athyriaceae, dan Selaginellaceae. Tingginya keanekaragaman ini mencerminkan kondisi lingkungan kawasan penelitian yang mendukung pertumbuhan paku epifit maupun terestrial. Analisis morfologi spora menunjukkan variasi ornamentasi berupa faveolate, verrucate, reticulate, dan cristate yang berkaitan erat dengan perbedaan mikrohabitat. Paku epifit umumnya memiliki ornamentasi faveolate dan reticulate, sedangkan paku terestrial lebih banyak menunjukkan tekstur verrucate. Bentuk spora yang ditemukan meliputi elips/bilateral, segitiga (trilete), tetragonal, dan monolet, dengan bentuk trilete sebagai tipe dominan yang mencerminkan strategi penyebaran luas melalui angin. Berdasarkan tipe spora, ditemukan empat tipe utama, yaitu trilet, monolet, reticulate, serta faveolate/cristate, dimana tipe trilet mendominasi dan menunjukkan karakter evolusi dasar tumbuhan paku. Tekstur spora yang beragam mengindikasikan peran penting spora dalam adaptasi ekologis terhadap kondisi lingkungan hutan tropis Papua. Variasi morfologi spora ini memiliki nilai penting dalam kajian taksonomi, ekologi, serta hubungan filogenetik tumbuhan paku. Kata Kunci : Anatomi spora, tipe spora, Pteridophyta
Pengaruh Bawang Merah (Allium cepa L.) Terhadap Pertumbuhan Akar Stek Mangga (Mangifera indica L.) Gabryla W. Suruan; Suriyah Satar; Leonardo E. Aisoi
NOVAE GUINEA Jurnal Biologi Vol. 16 No. 02 (2025): Novae Guinea Jurnal Biologi
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangga merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan yang banyak diperbanyak melalui metode generatif maupun vegetatif, termasuk stek yang dipandang lebih ekonomis, mudah, dan relatif cepat. Untuk mempercepat pembentukan akar, digunakan perangsang tumbuh, salah satunya hormon alami yang terdapat pada bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) terhadap pertumbuhan stek mangga (Mangifera indica L.) serta menentukan konsentrasi yang paling efektif. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu konsentrasi ekstrak bawang merah (0%, 60%, 80%, dan 100%) dan jenis stek (stek pucuk dan stek batang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak bawang merah pada berbagai konsentrasi tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan stek mangga. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu, intensitas cahaya, dan kelembaban, serta kemungkinan penggunaan konsentrasi yang terlalu tinggi sehingga menghambat pertumbuhan stek. Kata Kunc : Bawang merah, Stek mangga, Hormon alami, Pertumbuhan akar