Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Sentimen Masyarakat Terhadap Pelayanan Jasa Ekspedisi JNE dan J&T Express Menggunakan Metode Lexicon-Based Sebastianus Adi Santoso Mola; Dinda Permata Mbatu; Dony Martinus Sihotang
METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (2025): METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputersisasi Akuntansi
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/jmika.Vol9No1.pp56-65

Abstract

JNE and J&T Express are two of the largest and most popular courier companies in Indonesia, leading to various public opinions regarding the quality of their services. This research employs a lexicon-based method using the InSet dictionary, a simple scientific approach where the system calculates the weight of words and classifies them as positive, negative, or neutral sentiments. The analysis process begins with data collection of reviews using scraping techniques, followed by text processing including cleaning, case folding, normalization, tokenization, stemming, and stopword removal. Out of 3,565 reviews for JNE and 3,967 reviews for J&T, the sentiment analysis indicates that the majority of the public holds negative opinions towards the services of both courier companies. The analysis accuracy reaches 82% for JNE data, with a precision value of 95% for negative sentiment, 54% for positive sentiment, and 7% for neutral sentiment. The sensitivity values are 83% for negative sentiment, 82% for positive sentiment, and 15% for neutral sentiment. Data for J&T shows an accuracy of 78%, with a precision value of 97% for negative sentiment, 28% for positive sentiment, and 4% for neutral sentiment. Sensitivity values are 80% for negative sentiment, 82% for positive sentiment, and 4% for neutral sentiment.
PENDAMPINGAN INQUIRY-BASED LEARNING BERBANTUAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN SAINS DAN COMPUTATIONAL THINKING SISWA SEKOLAH INDONESIA BANGKOK Dek Ngurah Laba Laksana; Dony Martinus Sihotang; Sularso Budilaksono; Thoyyibah Thoyyibah; Imelda Hermilinda Abas
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i2.7239

Abstract

Siswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri, khususnya di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB), menghadapi situasi belajar yang khas karena berada dalam lingkungan dwibahasa dan lintas budaya, tetapi tetap dituntut memenuhi standar Kurikulum Nasional Indonesia. Kondisi tersebut memerlukan pembelajaran sains yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga mampu mengembangkan penalaran ilmiah, keterampilan computational thinking (CT), serta pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) secara etis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran sains dan keterampilan CT siswa SIB melalui pemaduan inquiry-based learning (IBL) dengan pemanfaatan AI generatif secara terbimbing. Kegiatan dilaksanakan pada 10–15 Mei 2026 sebagai bagian dari 3rd International Collaboration Trip 2026 yang difasilitasi oleh YPAI University bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok. Mitra kegiatan adalah siswa kelas X dan XI SIB. Metode pelaksanaan mengadopsi alur Hook–Concept–Demo–Reflection yang diimplementasikan melalui empat sesi, yaitu: (1) observasi fenomena dan perumusan pertanyaan ilmiah; (2) pengumpulan data dan pengenalan pola; (3) penyusunan penjelasan berbasis bukti; serta (4) pemecahan masalah secara sistematis dengan dukungan AI. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keaktifan siswa dalam mengajukan pertanyaan ilmiah, kemampuan menyusun penjelasan berbasis bukti, keterampilan computational thinking, serta kesadaran etis dalam memanfaatkan AI sebagai mitra berpikir, bukan sebagai pengganti proses belajar. Refleksi peserta juga menunjukkan tumbuhnya kepercayaan diri akademik dan kesadaran identitas sebagai diaspora muda yang mampu berkontribusi terhadap pengembangan sains Indonesia. Dengan demikian, pemaduan IBL, CT, dan AI for Positive Use merupakan pendekatan pendampingan yang relevan, kontekstual, dan berpotensi direplikasi pada Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) lainnya.