Agus Rifai
(UPT) Pusat Perpustakaan UIN Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dari Kepustakawanan Struktural ke Kultural: Mengubah Arah dan Paradigma Kepustakawanan Indonesia Agus Rifai
Library Insights Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Library Insight Journal
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/lij.v2i1.50454

Abstract

Abstrak Perubahan lanskap informasi akibat digitalisasi, kecerdasan buatan, dan dinamika masyarakat berbasis pengetahuan menuntut perpustakaan mereposisi perannya dari sekadar penyedia layanan administratif menuju institusi sosial yang lebih partisipatif. Artikel ini bertujuan menganalisis pergeseran paradigma kepustakawanan dari pendekatan struktural menuju pendekatan kultural dalam konteks perkembangan perpustakaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian konseptual melalui analisis literatur terhadap berbagai karya teoretis dalam bidang kepustakawanan dan ilmu sosial, khususnya pemikiran Lankes tentang new librarianship, teori strukturasi Giddens, analisis institusional Foucault, serta konsep third place dari Oldenburg. Analisis dilakukan melalui interpretasi konseptual dan sintesis teoretis untuk memahami hubungan antara struktur institusi perpustakaan dan praktik sosial pustakawan dalam memfasilitasi produksi pengetahuan di masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa dominasi pendekatan struktural yang berorientasi pada tata kelola administratif berpotensi membatasi peran perpustakaan dalam merespons kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. Sebaliknya, paradigma kepustakawanan kultural menawarkan orientasi yang lebih relevan dengan menempatkan perpustakaan sebagai ruang publik yang mendorong dialog pengetahuan, partisipasi komunitas, dan penguatan literasi kritis. Artikel ini menyimpulkan bahwa masa depan kepustakawanan Indonesia bergantung pada kemampuan profesi pustakawan untuk menggeser orientasi kerja dari rutinitas teknis menuju peran kultural yang transformatif dalam membangun ekosistem pengetahuan yang inklusif.