Rusdian
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syekh Muhammad Nafis Tabalong

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PANDANGAN ALAM MASYARAKAT MELAYU-NUSANTARA SEBELUM ERA ISLAM Rusdian; Kholili Hasib
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2026): (Juli - September)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i2.16

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami pandangan alam masyarakat Melayu-Nusantara sebelum era Islam sebagai dasar dalam menelusuri perkembangan pemikiran, kepercayaan, dan budaya yang berkembang di masyarakat. Pandangan alam pada masa tersebut tidak hanya dipahami sebagai realitas fisik, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang kuat, di mana alam diyakini sebagai entitas yang hidup dan memiliki kekuatan gaib. Kepercayaan animisme, dinamisme, serta pengaruh Hindu-Buddha turut membentuk sistem kosmologi yang terintegrasi dengan kehidupan sosial, budaya, dan politik masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Data diperoleh dari berbagai literatur yang relevan, baik sumber primer maupun sekunder, seperti buku, jurnal ilmiah, dan karya akademik lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) untuk mengungkap makna, nilai, dan konsep yang terkandung dalam pandangan alam masyarakat Melayu-Nusantara sebelum era Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan alam masyarakat Melayu-Nusantara sebelum Islam merupakan sistem pemikiran kosmologis yang kompleks dan bersifat simbolik serta mitologis. Alam dipandang sebagai entitas yang memiliki kekuatan gaib, sehingga melahirkan berbagai praktik ritual untuk menjaga keseimbangan. Masuknya Islam membawa perubahan mendasar melalui konsep tauhid yang menempatkan alam sebagai ciptaan Allah. Perubahan tersebut berlangsung secara bertahap melalui proses akulturasi, sehingga sebagian unsur budaya pra-Islam tetap bertahan dalam bentuk yang telah disesuaikan dengan nilai-nilai Islam.
IDEOLOGI KURIKULUM KRITIS PADA MADRASAH ALIYAH SWASTA BERBASIS PONDOK PESANTREN (STUDI PADA MA NU ASY-SYAFI'IYAH ALABIO) Rusdian; Asep Rahmatullah
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2026): (Juli - September)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i3.21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis ideologi kurikulum kritis pada Madrasah Aliyah Swasta berbasis pondok pesantren di MA NU Asy-Syafi'iyah Alabio. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, guru, serta dokumen kurikulum yang relevan. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideologi kurikulum di MA NU Asy-Syafi'iyah Alabio dibangun melalui integrasi kurikulum nasional, kurikulum madrasah, dan tradisi pendidikan pondok pesantren yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah. Implementasi ideologi kurikulum kritis diwujudkan melalui pembelajaran dialogis, pemecahan masalah, refleksi pembelajaran, integrasi nilai-nilai Islam dalam seluruh mata pelajaran, serta penguatan budaya pesantren melalui pembiasaan ibadah, musyawarah, kajian kitab, dan kegiatan sosial. Kurikulum tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga pada pembentukan kesadaran religius, kemampuan berpikir kritis, akhlak mulia, kepedulian sosial, dan tanggung jawab peserta didik terhadap kehidupan bermasyarakat.