Komang Indra Parama Arta
Universitas Udayana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Kajian In Vitro Sel Mcf-7: Potensi Bioaktivitas Multitarget Sulforafan Sebagai Fitokimia Terhadap Karsinogenesis Kanker Payudara Subtipe Luminal A Ni Wayan Pradnyadhari Kusumaputri; Ni Putu Wahyu Laksmi Natha Devi; Komang Indra Parama Arta
Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation (JANHSI)
Publisher : PT. Dilatra Global Advisory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang – Kanker payudara menjadi penyumbang utama angka mortalitas kanker pada wanita. Kanker payudara subtipe luminal A merupakan subtipe yang paling sering ditemukan dibanding subtipe lainnya. Kanker payudara subtipe luminal A berkaitan erat dengan sel lini MCF-7 yang merupakan sel dengan reseptor berupa estrogen, progesteron, dan glukokortikoid. Dalam literature review ini, akan dipaparkan mengenai regulasi jalur persinyalan SFN sebagai penghambat proliferasi sel MCF-7. Tujuan – Studi ini bertujuan untuk mengkaji dan mensintesis bukti ilmiah mengenai peran sulforafan dalam meregulasi jalur persinyalan molekuler sebagai penghambat proliferasi sel kanker payudara subtipe luminal A, khususnya pada sel lini MCF-7, serta mengevaluasi potensinya sebagai kandidat terapi adjuvan kanker payudara. Metode– Penulisan dilakukan dengan metode studi literatur menggunakan referensi yang memiliki korelasi dengan topik bahasan ini. Hasil – Senyawa sulforafan dapat menurunkan tingkat proliferasi sel MCF-7 melalui 3 jalur utama, yaitu cell cycle arrest, cell death (apoptosis), dan stres oksidatif. Simpulan – Tinjauan literatur ini menyajikan sintesis komprehensif mengenai regulasi jalur persinyalan sulforafan sebagai penghambat proliferasi sel MCF-7 pada kanker payudara subtipe luminal A. Temuan ini menegaskan potensi sulforafan sebagai kandidat terapi adjuvan pada kanker payudara subtipe luminal A serta menyoroti pentingnya penelitian lanjutan, khususnya studi translasi dan uji in vivo pada manusia melalui pendekatan kombinasi terapi dan enkapsulasi untuk meningkatkan bioavailabilitas dan efektivitas klinis.