Pertumbuhan ekonomi yang pesat perlu diimbangi dengan penguatan etika agar aktivitas usaha tidak berorientasi pada keuntungan semata, mengabaikan tanggung jawab sosial, dan merusak lingkungan. Artikel ini bertujuan mengkaji integrasi nilai Tri Hita Karana dalam Pendidikan Agama Hindu sebagai landasan etika manajemen ekonomi berkelanjutan serta menelaah bukti empiris penerapannya pada berbagai sektor usaha. Kajian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) terhadap literatur ilmiah yang membahas Tri Hita Karana, etika bisnis, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan. Analisis dilakukan secara tematik berdasarkan tiga dimensi Tri Hita Karana, yaitu parhyangan (hubungan manusia dengan Tuhan), pawongan (hubungan antarmanusia), dan palemahan (hubungan manusia dengan lingkungan), kemudian dibandingkan dengan kerangka Triple Bottom Line dan tanggung jawab sosial perusahaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa parhyangan dapat diterapkan sebagai landasan integritas dan kejujuran dalam pengambilan keputusan; pawongan sebagai dasar hubungan yang adil, tanggung jawab sosial, dan pengelolaan stakeholder; sedangkan palemahan sebagai dasar pengelolaan lingkungan, efisiensi sumber daya, dan praktik bisnis berkelanjutan. Bukti terdahulu pada sektor perhotelan, pariwisata, UMKM, lembaga keuangan mikro, dan sektor publik menunjukkan bahwa ketiga dimensi tersebut dapat bekerja secara sinergis dalam membentuk perilaku manajerial dan tata kelola yang berorientasi jangka panjang. Integrasi Tri Hita Karana juga berpotensi memperkuat kurikulum interdisipliner antara Pendidikan Agama Hindu, ekonomi, dan manajemen untuk membentuk lulusan yang kompeten, berkarakter, dan berorientasi pada keberlanjutan.