Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rehabilitation of Corruption Convicts: A Modern Sentencing Theory Perspective Ghani Fauzan Gunawan; Rika Kurniasari Abdulgani
Ilmu Hukum Prima (IHP) Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL ILMU HUKUM PRIMA
Publisher : jurnal.unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the application of rehabilitation for individuals convicted of corruption offenses through the lens of modern sentencing theory, and proposes normative criteria for its implementation within Indonesian positive law. Using a normative juridical method with statutory, conceptual, and case-based approaches, legal materials were analyzed qualitatively. The findings reveal that rehabilitation in Indonesian law rests on a strong constitutional foundation as an attributed power of the President, and has progressively evolved into an instrument for protecting individual rights within the criminal justice system. However, the existing legal framework remains incomplete, as it does not explicitly accommodate rehabilitation for convicts whose sentences carry permanent legal force—particularly in corruption cases that intersect with business decision-making. From a modern sentencing theory perspective, rehabilitation functions as a corrective mechanism to shield individuals from potential state error, provided it does not compromise the public interest in eradicating corruption. Accordingly, five strict normative criteria are proposed for its application: (1) demonstrable error in the criminal conviction, (2) a lawful basis of authority, (3) relevance to the business judgment rule, (4) adherence to the principle of proportionality, and (5) assurance that no impunity is created. Rehabilitation, under these conditions, should be viewed not as a weakening of criminal law, but as an integral corrective mechanism within the rule of law that sustains a balance among legal certainty, justice, and social utility.
Perspektif Hukum Terhadap Perilaku Pemukulan Antar Anak Dalam Sudut Pandang Behaviorisme Alika Mahira Hasna; Rika Kurniasari Abdulgani
UNES Law Review Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Hukum, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v8i1.2452

Abstract

Perspektif hukum terhadap perilaku pemukulan antar anak dalam sudut pandang behaviorisme merupakan bahasan bagaimana sistem hukum Indonesia menangani kasus pemukulan yang dilakukan oleh anak dengan pendekatan behaviorisme. Objek penelitian adalah anak sebagai pelaku tindak pidana pemukulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prospek pidana terhadap pelaku pemukulan anak, memahami faktor psikologis yang menyebabkan anak melakukan kekerasan berdasarkan teori behaviorisme, serta mengidentifikasi upaya yang dapat dilakukan untuk meninimalisit kekerasan antar anak. Metode yang digunakan merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan-undangan dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pemukulan pada anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan, pola asuhm dan pengalaman belajar, sehingga sistem peradilan pidana anak di Indonesia lebih mengutamanakan mekanisme diversi, rehabilitasi, dan pelatihan daripada penghukuman. Program konseling, mediasi serta penguatan peran keluarga dan lingkungan sosial terbukti efektif dalam memutuskan rantai perilaku agresif pada anak.