Sunaryo Sunaryo
Universitas Paramadina

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perempuan di Persimpangan Syariat dan HAM: Analisis Film La Luna (2023) Perspektif An-Na‘im Ika Fitri Alviyanti; Sunaryo Sunaryo
Al-Adyan: Journal of Religious Studies Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-adyan.v6i2.12131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perempuan dalam film La Luna (2023) di tengah ketegangan antara syariat Islam dan hak asasi manusia dengan menggunakan perspektif pemikiran Abdullahi Ahmed An-Na‘im. Melalui pendekatan ini, penelitian berupaya mengungkap bagaimana film tersebut merepresentasikan perlawanan perempuan terhadap konstruksi sosial dan tafsir agama yang tidak kontekstual, serta bagaimana gagasan reformasi syariat dapat mendorong terciptanya pemahaman Islam yang lebih humanis dan setara. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis visual-teksual (qualitative visual-textual analysis) yang berfokus pada interpretasi makna simbolik dan naratif dalam film La Luna. Sumber data utama berasal dari adegan, dialog, dan narasi film yang berkaitan dengan isu perempuan, kebebasan berekspresi, dan norma keagamaan, sedangkan data pendukung diperoleh dari literatur akademik yang relevan mengenai perempuan, hak asasi manusia, dan Islam progresif. Proses analisis dilakukan melalui tahap pengumpulan data visual-teksual, pengodean tematik, analisis isi, serta validasi interpretasi dengan triangulasi teori An-Na‘im. Hasil penelitian menunjukkan bahwa La Luna tidak hanya merepresentasikan pergulatan perempuan terhadap struktur patriarki dan tafsir agama konservatif, tetapi juga menghadirkan kritik terhadap ketimpangan gender dalam masyarakat Muslim. Film ini menegaskan pentingnya reinterpretasi syariat secara etis dan kontekstual demi mewujudkan keadilan dan kesetaraan dalam kerangka Islam yang humanis.The article examines how the film La Luna (2023) portrays the position of women amidst the tension between Islamic Sharia values and human rights principles. Using the perspective of Abdullahi Ahmed An-Na'im thoughts. Through this perspective, the research seeks to reveal how the film portrays women’s resistance against non-contextual social constructions and religious interpretations, as well as how the idea of Sharia reform can foster a more humanistic and egalitarian understanding of Islam. The study employs a qualitative descriptive method with a visual-textual analysis approach, focusing on the interpretation of symbolic and narrative meanings in La Luna. The primary data are drawn from the film’s scenes, dialogues, and narratives related to issues of women, freedom of expression, and religious norms, while supporting data are obtained from relevant academic literature on women, human rights, and progressive Islam. The analytical process involves several stages, including visual-textual data collection, thematic coding, content analysis, and validation through theoretical triangulation based on An-Na‘im’s framework. The findings indicate that La Luna not only represents women’s struggle against patriarchal structures and conservative religious interpretations but also offers a critical reflection on gender inequality within Muslim societies. The film underscores the importance of ethical and contextual reinterpretation of Sharia to realize justice and equality within a humanistic Islamic framework.