Achmad Ridwan
Magister Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta, Jl Rawamangun Muka No.1, Jakarta Timur 13220, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Pendidikan Indonesia Menuju Ekosistem Pembelajaran Cerdas, Inovasi, Digitalisasi, dan Penguatan Karakter di Era Global Nurullaili Malanul Hikmah; Nurhayati Muslimah; Muktiningsih Nurjayadi; Achmad Ridwan
Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2025): Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/pilar.0402.02

Abstract

Abstract Adapting the national education system is fundamental to navigating the Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0 eras, which prioritize the mastery of 21st-century skills. Despite the implementation of the Emancipated Learning policy, low PISA scores (OECD, 2019) underscore the urgent need for a comprehensive overhaul of the learning ecosystem that integrates technology with character strengthening to mitigate the risk of moral erosion (Lickona, 2004). This qualitative research aims to analyze and formulate a transformation strategy toward a sustainable Blended Learning Ecosystem through a Systematic Literature Review (SLR) methodology. Data were gathered from indexed scientific journals published between 2020 and 2025 and analyzed using content analysis and thematic synthesis techniques. The synthesis results indicate that an effective smart learning ecosystem requires an adaptive blended learning model based on data personalization, which is curricularly integrated with the graduate profile. This study concludes that the success of educational transformation in Indonesia depends on a harmonious tripartite synergy: technology as an instrument, innovation as a pedagogical strategy, and character as a moral foundation. This synergy is expected to produce a generation that is intellectually superior, digitally proficient, and possesses strong moral integrity on the global stage. Abstrak Penyesuaian sistem pendidikan nasional menjadi fundamental dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 yang berorientasi pada penguasaan keterampilan abad ke-21. Meskipun kebijakan "Merdeka Belajar" telah diimplementasikan, rendahnya capaian PISA (OECD, 2019) menunjukkan urgensi perbaikan ekosistem pembelajaran secara menyeluruh dapat mengintegrasikan teknologi dengan penguatan karakter demi meminimalisasi risiko erosi moral (Lickona, 2004). Penelitian kualitatif ini bertujuan menganalisis dan merumuskan strategi transformasi menuju Ekosistem Pembelajaran Cerdas berkelanjutan melalui metode Kajian Literatur Sistematis (Systematic Literature Review). Data dikumpulkan dari jurnal ilmiah terindeks periode 2020 -2025 dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi serta sintesis temuan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa ekosistem pembelajaran cerdas yang efektif memerlukan model blended learning adaptif berbasis personalisasi data yang terintegrasi secara kurikuler dengan profil lulusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan di Indonesia bergantung pada sinergi tripartit yang harmonis: teknologi sebagai instrumen, inovasi sebagai strategi pedagogi, dan karakter sebagai fondasi moral. Sinergi ini diharapkan mampu mencetak generasi yang unggul secara intelektual, cakap digital, dan memiliki integritas moral yang kuat di kancah global.
Dampak Desentralisasi Pendidikan Terhadap Mutu Sekolah: Analisis Perbandingan Indonesia dan Jepang Valda Tsabitha Priyani; Lauzer Zeral; Muktiningsih Nurjayadi; Achmad Ridwan
Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2025): Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/pilar.0402.03

Abstract

Abstract Decentralization of education is an important policy to improve school quality by transferring authority, resources, and responsibilities from the central government to local governments and educational units so that education management is more responsive to local needs. However, its implementation has had varying impacts due to differences in institutional capacity, resources, and educational culture. This study aims to comparatively analyze the impact of education decentralization on school quality in Indonesia and Japan by examining the regulatory framework, the level of school autonomy, and educational governance practices. The research method uses a literature review with a descriptive-comparative qualitative approach through policy analysis, official government documents, international agency reports, and relevant scientific articles. Data analysis was conducted using content and thematic analysis to identify patterns of relationships between decentralization configurations and school quality. The results show that educational decentralization in Indonesia is still dominated by the delegation of administrative authority and is highly dependent on fiscal capacity and regional institutional quality, so that its impact on improving learning quality and equalizing school quality has been inconsistent. In contrast, Japan implements decentralization within a strong national standard framework, supported by teacher professionalism, the capacity of local education councils, and a collaborative school culture, thereby maintaining high and relatively equitable education quality. This study concludes that the effectiveness of educational decentralization in improving school quality is largely determined by strengthening institutional capacity, a consistent quality assurance system, and a sustainable professional culture. Abstrak                                                                Desentralisasi pendidikan merupakan kebijakan penting untuk meningkatkan mutu sekolah melalui pengalihan kewenangan, sumber daya, dan tanggung jawab dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dan satuan pendidikan agar pengelolaan pendidikan lebih responsif terhadap kebutuhan lokal. Namun, implementasinya menunjukkan dampak yang beragam akibat perbedaan kapasitas kelembagaan, ketersediaan sumber daya, dan budaya pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif dampak desentralisasi pendidikan terhadap mutu sekolah di Indonesia dan Jepang dengan menelaah kerangka regulasi, tingkat otonomi sekolah, serta praktik tata kelola pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif melalui analisis kebijakan, dokumen resmi pemerintah, laporan lembaga internasional, dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi dan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola hubungan antara konfigurasi desentralisasi dan mutu sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desentralisasi pendidikan di Indonesia masih didominasi oleh pelimpahan kewenangan administratif dan sangat bergantung pada kapasitas fiskal serta kualitas kelembagaan daerah, sehingga dampaknya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan pemerataan mutu sekolah belum konsisten. Sebaliknya, Jepang menerapkan desentralisasi dalam kerangka standar nasional yang kuat, didukung oleh profesionalisme guru, kapasitas dewan pendidikan daerah, serta budaya sekolah yang kolaboratif, sehingga mampu mempertahankan mutu pendidikan yang tinggi dan relatif merata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas desentralisasi pendidikan dalam meningkatkan mutu sekolah sangat ditentukan oleh penguatan kapasitas kelembagaan, sistem penjaminan mutu yang konsisten, dan budaya profesional yang berkelanjutan.