Herawati Jaya
Prodi Diploma Tiga Keperawatan Poltekkes Kemenkes Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DIGITALISASI MONITORING KESEHATAN REPRODUKSI SEBAGAI STRATEGI PENCEGAHAN KANKER PEREMPUAN DI KAMPUNG KB Rosnani Rosnani; Herawati Jaya; Ratna Ningsih; Sari Wahyuni; Intan Kumalasari
Jurnal Salingka Abdimas Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v6i1.8134

Abstract

Salah satu program RPJMD yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030 adalah peningkatan akses universal terhadap layanan kesehatan seksual dan reproduksi. Upaya tersebut dilaksanakan melalui penguatan layanan kesehatan, edukasi masyarakat, sistem monitoring, digitalisasi informasi kesehatan, serta tata kelola lintas sektor. Pencegahan dan pengendalian kanker pada perempuan memerlukan penguatan deteksi dini dan inovasi berbasis bukti guna meningkatkan efektivitas intervensi kesehatan. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi di Kampung KB Kelurahan 30 Ilir Kota Palembang. Sebagai upaya mendukung tujuan tersebut, dilaksanakan program Implementasi Sistem Monitoring Kesehatan Reproduksi melalui aplikasi SEHATI. Metode pengabdian meliputi: (1) sosialisasi program dan penyamaan persepsi dengan pemangku kepentingan; (2) analisis situasi dan pengumpulan data dasar untuk mengidentifikasi kondisi awal sistem monitoring kesehatan reproduksi dan sasaran program; serta (3) penyusunan instrumen dan pengembangan sistem monitoring berbasis digital. Kegiatan dilaksanakan di Kampung KB Kelurahan 30 Ilir dengan sasaran kader kesehatan, pengurus Kampung KB, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), dan tokoh masyarakat yang berjumlah 30 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader mengenai kesehatan reproduksi sebesar 41,9%, pencegahan kanker serviks dan kanker payudara sebesar 48,3%, serta peningkatan keterampilan penggunaan aplikasi SEHATI sebesar 100% setelah mengikuti pelatihan dan pendampingan. Dengan demikian, digitalisasi monitoring kesehatan reproduksi melalui aplikasi SEHATI berpotensi menjadi model intervensi yang dapat direplikasi pada Kampung KB maupun wilayah lain untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan reproduksi dan pencegahan kanker pada perempuan secara berkelanjutan.