Dina Rodiah
Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Hubungan Karakteristik Ibu dengan Kejadian Stunting pada Balita di Provinsi Banten Berdasarkan Data SSGI 2021 Ismiyati Ismiyati; Yenie Wulandari; Ida Lindawati; Kadar Kuswandi; Dina Rodiah
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmhr.v4i2.989

Abstract

Abstrak . LatarĀ  Belakang : Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting karena berdampak terhadap pertumbuhan, perkembangan kognitif, dan kualitas hidup anak pada masa mendatang. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia ibu, tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dan penggunaan kontrasepsi dengan kejadian stunting pada balita di Provinsi Banten. Metode: Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan data sekunder Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021. Sampel penelitian berjumlah 3.671 balita yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi stunting pada balita sebesar 23,9%. Usia ibu tidak berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p=0,451). Sebaliknya, tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dan penggunaan kontrasepsi berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (masing-masing p=0,001). Kejadian stunting lebih banyak ditemukan pada ibu berpendidikan rendah (32,2%), ibu yang tidak bekerja (26,2%), dan ibu yang menggunakan kontrasepsi (25,5%). Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa stunting pada balita lebih erat berkaitan dengan faktor sosial dan keluarga dibandingkan dengan usia ibu semata. Oleh karena itu, upaya penanggulangan stunting perlu diarahkan pada peningkatan pendidikan dan literasi kesehatan ibu, penguatan kesejahteraan keluarga, serta perbaikan kondisi lingkungan dan kesehatan anak secara terpadu