Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia melalui kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto dan penyerapan tenaga kerja. Namun, keberlanjutan UMKM menghadapi berbagai tantangan, sehingga studi kelayakan bisnis menjadi instrumen penting untuk menilai prospek dan meminimalkan risiko kegagalan usaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan bisnis pada dua UMKM di Kecamatan Balikpapan Utara, yaitu Toko Alat Tulis Primajasa dan Rumah Kue Naning, berdasarkan aspek pasar dan pemasaran, teknis dan operasional, manajemen, hukum, serta keuangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua UMKM memiliki target pasar yang jelas dengan permintaan relatif stabil, lokasi strategis dengan sarana operasional memadai, struktur manajemen sederhana namun efektif, serta kepemilikan legalitas dasar yang mendukung kegiatan usaha. Dari aspek keuangan, Toko Alat Tulis Primajasa menghasilkan laba bersih Rp800.000 per bulan dengan nilai Contribution Margin Ratio 35% dan payback period 5 tahun 2 bulan, sedangkan Rumah Kue Naning memperoleh laba bersih Rp34.722.000 per bulan dengan payback period 2,2 bulan. Berdasarkan analisis seluruh aspek studi kelayakan bisnis, kedua UMKM dinilai layak untuk dijalankan dan memiliki prospek baik untuk dikembangkan di masa mendatang.