Pemeriksaan cholesterol metode fotometri memerlukan waktu inkubasi yang konsisten untuk menjamin presisi dan akurasi hasil.Tujuan penelitian ini Mengetahui pengaruh variasi waktu inkubasi sampel terhadap Tingkat presisi dan akurasi pada quality control (QC) hasil pemeriksaan cholesterol menggunakan metode fotometri.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental dimana populasi dan sampel penelitian ini adalah serum darah responden untuk pemeriksaan cholesterol. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur kadar cholesterol variasi waktu inkubasi yang di modifikasi menjadi empat perlakuan yaitu, satu variasi waktu inkubasi (5 menit),variasi waktu inkubasi (10 menit), variasi waktu inkubasi (15 menit) dan variasi waktu inkubasi (20 menit). Data dianalisis untuk presisi dan akurasi, serta diuji statistik menggunakan One-Way ANOVA.Hasil pemeriksaan didapatkan Variasi waktu inkubasi pada kelompok perlakuan (5 menit) menunjukkan KV 3,30% dan recovery 98,78% hasil presisi dan akurasi, kelompok perlakuan (10 menit) menunjukkan KV 2,87% dan recovery 99,86% hasil presisi dan akurasi, kelompok perlakuan (15 menit) menunjukkan KV 2,56% dan recovery 100,20% hasil presisi dan akurasi, dan kelompok perlakuan (20 menit) menunjukkan 2,92% dan recovery 101,36% hasil presisi dan akurasi. Analisis statistik dengan uji One-way ANOVA didapatkan hasil (p) .538 (P> 0,05) yang menunjukkan tidak ada pengaruh pada quality control pemeriksaan cholesterol metode fotometri.Kesimpulan yang didapat Presisi dan Akurasi dari pengaruh waktu inkubasi (5 menit),(10 menit),(15 menit),(20 menit),adalah bagus.