Arin Setiyowati
Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INOVASI DIGITAL KREATIF DALAM PEMBELAJARAN HALAL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI HALAL DAN NILAI RELIGIUS SISWA SEKOLAH DASAR Arin Setiyowati; Muhammad Arfan Muammar; Erdin Nadid; Salma Nadia Salsabila; Atika Agustina Tariq
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.35701

Abstract

Abstrak: Permasalahan rendahnya literasi halal pada siswa sekolah dasar menjadi tantangan serius bagi upaya pembentukan karakter religius sejak dini. Hasil survei awal di SD Muhammadiyah 7 Surabaya menunjukkan hanya 22% siswa memahami konsep halal dengan benar, sementara mayoritas masih memiliki persepsi keliru. Untuk menjawab masalah tersebut, tim pengabdian mengembangkan media pembelajaran digital Halal-Fun berbasis edutainment guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam memilih dan memilah halal-haram atas setiap barang atau jasa yang dikonsumsi sekaligus. Kegiatan meliputi analisis kebutuhan, perancangan aplikasi, pelatihan guru, implementasi media di kelas, serta evaluasi melalui pre-test/post-test, observasi, dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman literasi halal siswa lebih dari 40% setelah intervensi, ditandai dengan kemampuan siswa mengenali label halal, memilih konsumsi yang benar, serta sikap kritis terhadap jajanan di sekitar sekolah. Guru juga memperoleh peningkatan kapasitas pedagogik dalam pemanfaatan teknologi. Dengan demikian, Halal-Fun terbukti efektif meningkatkan literasi halal dan nilai religius siswa serta berpotensi direplikasi di sekolah lain.Abstract: The issue of low halal literacy among elementary school students poses a significant challenge to efforts in fostering religious character from an early age. Initial surveys at SD Muhammadiyah 7 Surabaya revealed that only 22% of students correctly understood the concept of halal, while the majority still held misconceptions. To address this problem, the community service team developed Halal-Fun, a digital edutainment-based learning media designed to enhance students’ understanding and skills in identifying and distinguishing halal and haram aspects of the goods and services they consume. The program included needs analysis, application design, teacher training, classroom implementation, and evaluation through pre-tests and post-tests, observations, and interviews. The results show that students’ halal literacy improved by more than 40% after the intervention, as reflected in their ability to recognize halal labels, make appropriate consumption choices, and develop a more critical attitude toward snacks available around the school. Teachers also experienced an increase in pedagogical capacity, particularly in utilizing educational technology. Thus, Halal-Fun has proven effective in enhancing students’ halal literacy and religious values and holds the potential for replication in other schools.
MANAJEMEN KEUANGAN BERBASIS SYARIAH PADA BADAN USAHA MILIK NASYIATUL AISYIYAH JAWA TIMUR GUNA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN EKONOMI ORGANISASI PEREMPUAN Arin Setiyowati; Salma Nadia Salsabilla; Dian Berkah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33633

Abstract

Abstrak: Pentingnya penguatan kapasitas manajemen keuangan berbasis syariah bagi organisasi perempuan menjadi alasan utama pelaksanaan kegiatan ini, khususnya dalam rangka mendorong kemandirian ekonomi BUANA (Badan Usaha Milik Nasyiatul Aisyiyah) Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan softskill dan hardskill mitra dalam mengelola keuangan dan usaha secara profesional dan sesuai prinsip syariah. Metode yang digunakan meliputi pelatihan manajemen bisnis dan keuangan syariah, serta pendampingan manajemen keuangan syariah kepada mitra. Kegiatan ini melibatkan 50 orang anggota BUANA PWNA Jatim sebagai mitra utama. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen keuangan sebelum dan sesudah kegiatan, dengan instrumen berupa 20 butir pertanyaan yang mengukur tingkat pemahaman serta tiga indikator keberhasilan utama: peningkatan literasi keuangan syariah, kemampuan penyusunan laporan keuangan sesuai prinsip syariah, dan kemandirian dalam pengoperasian sistem informasi manajemen keuangan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kemampuan mitra dalam mengelola keuangan berbasis syariah secara tersistem sebesar 90%, yang mencerminkan efektivitas pendekatan pelatihan dan implementasi digital dalam memperkuat tata kelola organisasi perempuan berbasis nilai-nilai Islam.Abstract: The importance of strengthening sharia-based financial management capacity for women's organizations is the main reason for the implementation of this activity, particularly in order to encourage the economic independence of BUANA (Badan Usaha Milik Nasyiatul Aisyiyah) East Java. This activity aims to enhance the soft skills and hard skills of partners in managing finances and businesses professionally and in accordance with sharia principles. The methods used include training in business management and sharia finance, as well as providing sharia financial management assistance to partners. This activity involved 50 members of BUANA PWNA East Java as the main partners. The evaluation was carried out through observation, interviews, and analysis of financial documents before and after the activities, using an instrument consisting of 20 questions to measure the level of understanding and three main success indicators: improvement of sharia financial literacy, the ability to prepare financial reports according to sharia principles, and independence in operating the financial management information system. The evaluation results show a 90% improvement in partners' ability to systematically manage sharia-based finance, reflecting the effectiveness of the training approach and digital implementation in strengthening the governance of women’s organizations based on Islamic values.