Nurqalbi SR
Program Studi Profesi Kebidanan, Universitas Megarezky

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GERAKAN PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN SEDUHAN BAHAN ALAM UNTUK KESEHATAN REPRODUKSI PADA MASYARAKAT Ayu Lestari; Nurqalbi SR; Rusman Rusman; Jumrah Jumrah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35298

Abstract

Abstrak: Permasalahan mitra saat ini adalah masih tingginya Penyebab kematian paling tinggi untuk wanita lansia. Diantaranya Adalah akibat Stroke (13,6%), kemudian penyakit jantung iskemik (8,7%) dan yang paling rendah adalah akibat Diabetes Millitus (4,3%). Hasil survey Tim pengabdian didapatkan data dari 10 lansia terdapat 6 ibu mengalami penyakit degeneratif. Masalah pengetahuan anggota PKK dan masyarakat yang masih kurang terkait penyakit degeneratif dan tanaman Toga serta keterampilan mitra untuk membuat kebun Toga yang belum ada. Solusi: Melalui program pengabdian masyarakat ini akan dilakukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya pada masyarakat tentang pembuatan kebun tanaman obat herbal (TOGA) dan skrining kesehatan masyarakat. Metode pelaksanaan: Pelaksanaan kegiatan ini dimulai tahap persiapan (sosialisasi), pelaksanaan kegiatan melalui penyuluhan, pelatihan dengan metode demontrasi dan simulasi serta pelaksanaan evaluasi dan monitoring program melalui kuesioner berjumlah 10 pertanyaan dan lembar observasi. Peserta pada kegiatan ini berjumlah 20 orang yang merupakan kelompok PKK Desa Tanakaraeng. Hasil pretest menunjukkan bahwa pengetahuan peserta berada pada kategori Rendah (47,3%), Cukup (20%) dan Baik (6,7%) dan hasil posttest menunjukkan terjadi peningkatan signifikan yaitu pengetahuan peserta menjadi mayoritas dalam kategori baik yakni sebesar (80%), cukup (16,7%) dan kurang sebanyak (3,3%), sedangkan pada kategori keterampilan dari 20 ibu PKK sebelum intervensi semua tidak terampil, sedangkan setelah diberikan intervensi reponden mengalami peningkatan keterampilan mencapai 100%. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini terbukti dapat meningkatkan keterampilan peserta dalam pemanfaatan lahan kosong untuk melakukan tanaman obat keluarga.Abstract: The current partner problem is the still high cause of death for elderly women. Among them are due to stroke (13.6%), then ischemic heart disease (8.7%) and the lowest is due to Diabetes Mellitus (4.3%). The results of the community service team survey obtained data from 10 elderly people, there were 6 mothers experiencing degenerative diseases. The problem of PKK members' and community knowledge is still lacking regarding degenerative diseases and Toga plants as well as the skills of partners to create Toga gardens that do not yet exist. Solution: Through this community service program, there will be an increase in community knowledge and skills, especially in the community regarding the creation of herbal medicinal plant gardens (TOGA) and public health screening. Implementation method: The implementation of this activity begins with the preparation stage (socialization), implementation of activities through counseling, training with demonstration and simulation methods as well as implementation of program evaluation and monitoring through a questionnaire totaling 10 questions and observation sheets. Participants in this activity amounted to 20 people who are the PKK group of Tanakaraeng Village. The pretest results showed that the participants' knowledge was in the Low (47.3%), Sufficient (20%) and Good (6.7%) categories and the posttest results showed a significant increase, namely the majority of participants' knowledge was in the good category, namely (80%), sufficient (16.7%) and less as much as (3.3%), while in the skills category of 20 PKK mothers before the intervention all were unskilled, while after being given the intervention the respondents experienced an increase in skills reaching 100%. The implementation of this community service activity has been proven to improve participants' skills in utilizing empty land to grow family medicinal plants.
PEMANFAATAN HATI AYAM MENJADI CEMILAN STIK SEBAGAI SUMBER ZAT BESI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA BALITA Nurqalbi SR; Husnul Khatimah; Nurjannah Supardi; Rismawati Rismawati; Sumarni Sumarni; Fadjriah Ohorella; Tamzil Azizi Musdar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 5 (2026): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i5.42177

Abstract

Abstrak: Anemia pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di wilayah dengan tingkat sosial ekonomi menengah ke bawah. Prevalensi anemia anak balita cenderung menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun. Dampak terhadap kematian dan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang akibat kejadian anemia, mendorong pemerintah untuk melakukan penanganan yang lebih optimal. Tujuan pengabdian dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra mengenai pemanfaatan hati ayam sebagai sumber protein hewani untuk mencegah anemia pada balita. Metode pengabdian dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Mitrra sasaran pada kegiatan ini yaitu kader posyandu Sarinita sejumlah 20 orang. Evaluasi kegiatan dilaksanakan dengan melakukan pretest dan posttest melalui kuesioner dan lembar observasi dengan jumlah pertanyaan 10 butir mengenai pengetahuan tentang anemia balita, pengukuran antropometri, dan keterampilan mengolah hati ayam menjadi cemilan stik. Hasil pretest peserta sebelum dilakukan kegiatan pengabdian ini menunjukkan sebanyak 60% peserta memiliki pengetahuan rendah dan 100% peserta tidak terampil membuat cemilan kerupuk stik hati ayam. Hasil posttest melalui kuesioner dan lembar observasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada peserta yakni pengetahuan kategori tinggi sebesar 75% dan 100% peserta terampil membuat kerupuk stik hati ayam.Abstract: Anemia among children under five remains a significant public health issue, particularly in areas with low-to-middle socioeconomic status. The prevalence of anemia in this age group has shown a tendency to rise over the years. The potential impact of anemia on mortality and the future quality of human resources has prompted the government to seek more optimal interventions. This community service activity aimed to enhance the partners' knowledge and skills regarding the use of chicken liver as a source of animal protein to prevent anemia in children under five. The activity was conducted through health education, training, and mentoring. The target partners consisted of 20 participants from the Sarinita group.The activity was evaluated using pre-tests and post-tests—administered via questionnaires and observation sheets—comprising 10 questions covering knowledge of anemia in toddlers, anthropometric measurements, and skills in processing chicken liver into snack sticks. Pre-test results indicated that 60% of participants had low knowledge, and none possessed the skills to make chicken liver snack sticks. Post-test results demonstrated an improvement in both knowledge and skills: 75% of participants reached the high-knowledge category, and all participants became skilled in making chicken liver snack sticks.