Alma Vita Sophia
Jurusan Teknik Bangunan Kapal, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

WORKSHOP PEMBUATAN ROASTER LIMBAH KERANG BERSAMA KOPERASI MAHASISWA PPNS Yesica Novrita Devi; Friska Intan Sukarno; Yugowati Praharsi; Aditya Maharani; Alma Vita Sophia; Arie Indartono
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40722

Abstract

Abstrak: Wilayah pesisir Kenjeran, Surabaya, menghadapi permasalahan limbah cangkang kerang dalam volume besar akibat tingginya produksi hasil laut, yang menimbulkan pencemaran lingkungan berupa bau menyengat, mengganggu estetika, serta minimnya pengetahuan masyarakat dalam mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi. Sebagai solusi, tim pengabdian Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) bersama Koperasi Mahasiswa PPNS menyelenggarakan workshop pembuatan roster (elemen bangunan berongga/ventilasi) berbahan dasar limbah cangkang kerang dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis masyarakat pesisir dalam mengolah limbah menjadi material konstruksi bernilai tambah sekaligus membuka potensi peluang usaha baru berbasis prinsip blue economy; kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi masalah dan mitra sasaran, penyusunan materi dan uji coba formulasi produk, pelatihan intensif satu hari yang memadukan teori dan praktik langsung (pembersihan, penghancuran, pencampuran, pencetakan, dan pengeringan cangkang kerang) bagi 10 peserta, dilanjutkan pendampingan produksi pasca-workshop, serta evaluasi pasca kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peserta workshop dapat produksi mandiri sebanyak 15 unit roster, serta antusiasme tinggi dan dukungan pemerintah kelurahan yang membuka potensi peluang keberlanjutan dan replikasi program di wilayah pesisir lain guna mendukung SDG 14 dan SDG 8.Kawasan pesisir Kenjeran, Surabaya menghadapi masalah serius berupa penumpukan limbah cangkang kerang yang mencapai satu truk per hari, disertai minimnya pengetahuan masyarakat dalam mengolah limbah tersebut menjadi produk bernilai ekonomi. Tujuan pengabdian ini adalah memberdayakan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan limbah cangkang kerang sebagai bahan baku roaster (ventilasi bangunan ramah lingkungan) guna mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan pendapatan. Metode yang digunakan adalah workshop intensif satu hari pada 22 Mei 2026, melibatkan 10 warga pesisir Kelurahan Kedung Cowek dan Kecamatan Bulak sebagai mitra, dengan pendampingan mahasiswa Koperasi Mahasiswa PPNS (Kopma Bahtera). Evaluasi dilakukan melalui survei pra dan pasca-workshop menggunakan skala Likert 1–5. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang potensi limbah cangkang kerang sebesar 119% (dari 2,1 menjadi 4,6), peningkatan keterampilan membuat roaster sebesar 79% (dari 3,4 menjadi 4,3), dan pemahaman konsep blue economy meningkat 144% (dari 1,8 menjadi 4,4). Selama sesi praktik, peserta berhasil memproduksi 15 unit roaster secara mandiri.Abstract: The coastal area of Kenjeran, Surabaya, faces the problem of large volumes of shellfish shell waste resulting from high marine product output, which causes environmental pollution in the form of pungent odors, aesthetic disturbance, and a lack of community knowledge in processing it into economically valuable products. As a solution, the community service team from Surabaya Shipbuilding State Polytechnic (PPNS) together with the PPNS Student Cooperative organized a workshop on producing roster (hollow building/ventilation elements) using shellfish shell waste as the main raw material, aiming to improve coastal communities' knowledge and technical skills in processing the waste into value-added construction material while opening up potential new business opportunities based on the blue economy principle. The activity was carried out through stages of problem and partner identification, material preparation and product formulation trials, an intensive one-day training combining theory and hands-on practice (cleaning, crushing, mixing, molding, and drying the shells) for 10 participants, followed by post-workshop production mentoring and post-activity evaluation. The results showed that workshop participants were able to independently produce 15 units of roster, along with high enthusiasm and support from the local government, opening up potential opportunities for sustainability and replication of the program in other coastal areas to support SDG 14 and SDG 8.The coastal area of Kenjeran, Surabaya faces a serious problem of shellfish waste accumulation reaching up to one truck per day, compounded by limited community knowledge in processing the waste into economically valuable products. This community service aimed to empower coastal communities by utilizing shellfish shell waste as the primary material for eco-friendly concrete roasters (building ventilation blocks), reducing environmental pollution while increasing household income. The method employed was a one-day intensive workshop on May 22, 2026, involving 10 coastal residents from Kedung Cowek Village and Bulak District as partners, assisted by students from PPNS Student Cooperative (Kopma Bahtera). Evaluation was conducted through pre- and post-workshop surveys using a 1–5 Likert scale. Results showed that knowledge of shellfish waste potential increased by 119% (from 2.1 to 4.6), roaster-making skills improved by 79% (from 3.4 to 4.3), and understanding of blue economy concepts rose by 144% (from 1.8 to 4.4). During the practical session, participants independently produced 15 roaster units.