This Author published in this journals
All Journal Berajah Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PDB, KURS, DAN TARIF IMPOR TERHADAP NERACA PERDAGANGAN MESIN LISTRIK INDONESIA DENGAN NEGARA MITRA UTAMA I Wayan Arief Hartandhi; I Putu Hedi Sasrawan
Berajah Journal Vol. 6 No. 4 (2026): Berajah Journal
Publisher : CV. Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v6i4.669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB), kurs, dan tarif impor terhadap neraca perdagangan mesin listrik Indonesia dengan negara mitra utama, yaitu Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan periode 2005–2024. Penelitian difokuskan pada komoditas mesin listrik dengan kode HS 8501 yang meliputi motor listrik dan generator listrik. Penelitian ini menggunakan data sekunder berbentuk data panel yang terdiri atas data time series selama 20 tahun dan data cross section dari tiga negara mitra utama. Data diperoleh dari UN Comtrade, World Bank, Badan Pusat Statistik (BPS), International Monetary Fund (IMF), World Trade Organization (WTO), dan Bank Indonesia. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) disertai uji Chow dan pengujian asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, autokorelasi, heteroskedastisitas, dan multikolinearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial PDB negara mitra dan kurs berpengaruh negatif dan signifikan terhadap neraca perdagangan mesin listrik Indonesia, sedangkan tarif impor berpengaruh positif namun tidak signifikan. Secara simultan, PDB negara mitra, kurs, dan tarif impor berpengaruh signifikan terhadap neraca perdagangan mesin listrik Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa neraca perdagangan mesin listrik Indonesia lebih dipengaruhi oleh kondisi ekonomi negara mitra dan pergerakan nilai tukar dibandingkan kebijakan tarif impor. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperkuat daya saing industri manufaktur domestik, menjaga stabilitas nilai tukar, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku dan komponen mesin listrik.