Abstrak: Anak-anak diaspora Indonesia di Malaysia memerlukan dukungan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan karena berada dalam lingkungan sosial, budaya, dan pendidikan yang berbeda dari negara asalnya. Penguatan literasi, karakter, kreativitas, dan identitas budaya penting dilakukan agar peserta didik tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kepercayaan diri, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan keterikatan terhadap budaya Indonesia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan hard skill peserta berupa kemampuan literasi dasar membaca dan menulis, serta soft skill berupa karakter, kreativitas, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan pemahaman budaya Indonesia. Mitra kegiatan adalah Sanggar Bimbingan Klang Lama, Kuala Lumpur, Malaysia, dengan peserta sebanyak 57 anak diaspora Indonesia. Metode kegiatan dilakukan melalui ceramah interaktif, praktik langsung, pendampingan kelompok kecil, pembelajaran berbasis lagu daerah, kegiatan seni dan keterampilan, edukasi kesehatan, pembiasaan karakter, serta refleksi bersama pengelola. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi partisipatif, dokumentasi, wawancara informal, dan catatan perkembangan peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada aspek hard skill, 11 dari 14 peserta prioritas atau 78,6% mengalami peningkatan kemampuan membaca dan 10 dari 14 peserta prioritas atau 71,4% mengalami peningkatan kemampuan menulis sederhana. Pada aspek soft skill, 50 dari 57 peserta atau 87,7% menunjukkan partisipasi belajar aktif, 47 peserta atau 82,5% mampu menghasilkan karya sederhana, 48 peserta atau 84,2% menunjukkan peningkatan disiplin dan tanggung jawab, serta 45 peserta atau 78,9% mampu menyebutkan kembali unsur atau nilai budaya Indonesia. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap penguatan kemampuan akademik dan karakter peserta serta berpotensi direplikasi pada Sanggar Bimbingan lainnya.Abstract: Indonesian diaspora children in Malaysia require inclusive and sustainable educational support because they live in social, cultural, and educational environments that differ from those of their country of origin. Strengthening literacy, character, creativity, and cultural identity is important so that students develop not only academically but also in terms of self-confidence, discipline, responsibility, cooperation, and attachment to Indonesian culture. This community service program aimed to improve participants’ hard skills in basic literacy, particularly reading and writing, as well as their soft skills, including character, creativity, discipline, responsibility, cooperation, and understanding of Indonesian culture. The partner of this program was Sanggar Bimbingan Klang Lama, Kuala Lumpur, Malaysia, with 57 Indonesian diaspora children as participants. The activities were carried out through interactive lectures, direct practice, small-group mentoring, regional song-based learning, arts and crafts activities, health education, character habituation, and reflection with the program managers. Program evaluation was conducted through participatory observation, documentation, informal interviews, and records of participants’ progress during the activities. The evaluation results showed that, in terms of hard skills, 11 of the 14 priority participants, or 78.6%, improved their reading ability, and 10 of the 14 priority participants, or 71.4%, improved their basic writing ability. In terms of soft skills, 50 of the 57 participants, or 87.7%, demonstrated active learning participation; 47 participants, or 82.5%, were able to produce simple creative works; 48 participants, or 84.2%, showed improved discipline and responsibility; and 45 participants, or 78.9%, were able to recall elements or values of Indonesian culture. This program contributed positively to strengthening participants’ academic skills and character development and has the potential to be replicated in other Sanggar Bimbingan settings.