Abstrak: Anemia pada remaja putri dan ibu hamil berkaitan erat dengan peningkatan risiko stunting pada anak, karena kekurangan zat besi dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan janin. Di Desa Guntarano, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, prevalensi anemia dan stunting masih tinggi, sehingga pencegahan anemia menjadi langkah penting dalam menurunkan risiko stunting di masa depan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja, ibu hamil, serta kader mengenai pencegahan anemia melalui edukasi dan pemanfaatan sumber nutrisi lokal. Kegiatan dilaksanakan pada 4 dan 14 September 2025 dengan melibatkan 30 responden (ibu hamil, remaja, dan kader) serta dukungan pemerintah desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat, meliputi pemeriksaan kesehatan, edukasi anemia, hibah alat Easy Touch dan juicer, serta kampanye pemanfaatan tomat sebagai sumber nutrisi lokal kaya zat besi dan vitamin C. Evaluasi dilakukan dengan metode Pre-Test dan Post-Test menggunakan kuesioner untuk mengukur perubahan pengetahuan. Hasil menunjukkan 85% peserta mengalami peningkatan pengetahuan tentang anemia. Disarankan agar deteksi dini anemia dilakukan rutin dan pemanfaatan tanaman lokal seperti tomat terus disosialisasikan untuk mendukung pencegahan anemia dan penurunan risiko stunting.Abstract: Anemia in adolescent girls and pregnant women is closely related to an increased risk of stunting in children, because iron deficiency can inhibit fetal growth and development. In Guntarano Village, Donggala Regency, Central Sulawesi, the prevalence of anemia and stunting is still high, so anemia prevention is an important step in reducing the risk of stunting in the future. The purpose of this service activity is to increase the knowledge and awareness of adolescents, pregnant women, and cadres regarding anemia prevention through education and the use of local nutritional sources. The activity was carried out on September 4 and 14, 2025 with the involvement of 30 respondents (pregnant women, teenagers, and cadres) as well as the support of the village government. The implementation method uses an education and community empowerment approach, including health checks, anemia education, grants of Easy Touch and juicer tools, and a campaign to use tomatoes as a source of local nutrition rich in iron and vitamin C. Evaluation was carried out using Pre-Test and Post-Test methods using questionnaires to measure changes in knowledge. The results showed that 85% of the participants had increased knowledge about anemia. It is recommended that early detection of anemia be carried out routinely and the use of local plants such as tomatoes continues to be socialized to support the prevention of anemia and reduce the risk of stunting.