Marcelus Ungkang
Pendiidkan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PANGGUNG VIRTUAL: PELATIHAN AUGMENTED REALITY UNTUK PENINGKATAN KREATIVITAS BAGI KOMUNITAS TEATER SAJA Maximus Tamur; Eliterius Sennen; Leonardus Par; Kanisius Supardi; Zephisius Rudiyanto Eso Ntelok; Marcelus Ungkang; Fransiskus Nendi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33922

Abstract

Abstrak: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan komunitas Teater Saja di Kota Ruteng untuk mengintegrasikan teknologi digital, khususnya Augmented Reality (AR), guna memperkaya bentuk penyajian seni pertunjukan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kreativitas anggota komunitas melalui pemanfaatan AR dalam proses produksi dan pementasan teater. Kegiatan melibatkan 7 anggota komunitas Teater Saja yang mengikuti pelatihan dalam bentuk workshop, diawali dengan pengisian angket awal dan diakhiri dengan angket akhir untuk mengukur tingkat kreativitas peserta. Indikator kreativitas yang dinilai meliputi kelancaran ide, orisinalitas, keluwesan berpikir, dan kemampuan elaborasi dalam merancang pertunjukan. Hasil evaluasi melalui angket observasi menunjukkan rata-rata skor kreativitas keseluruhan sebesar 4,11 atau 82,14% dari skor maksimal. Data kuantitatif tersebut menegaskan bahwa pelatihan berbasis AR efektif dalam meningkatkan kreativitas anggota komunitas, khususnya pada kemampuan berpikir fleksibel dan mengembangkan ide secara detail. Kedepannya disarankan agar pelatihan serupa dilanjutkan dengan pendalaman teknik AR serta kolaborasi lintas komunitas seni untuk menghasilkan karya yang lebih inovatif dan berdampak luas.Abstract: This Community Service Program was motivated by the need of the Teater Saja community in Ruteng City to integrate digital technology, particularly Augmented Reality (AR), in order to enrich the presentation of performing arts. The main objective was to enhance the creativity of community members through the application of AR in theater production and performance. The program involved 7 participants from Teater Saja, who took part in a workshop-based training. The activities began with a pre-questionnaire and concluded with a post-questionnaire to measure the participants’ creativity. The creativity indicators assessed included fluency of ideas, originality, flexibility in thinking, and elaboration in designing performances. The results showed a significant increase in creativity, with an improvement rate of 82,14% among participants. Moving forward, it is recommended that similar training programs continue with more advanced AR techniques and foster cross-community artistic collaborations to produce more innovative works with broader impact.